Home » Metro Luwuk » Dinkop-UKM, Tegur Koperasi Karya Bersama
Dinkop-UKM, Tegur Koperasi Karya Bersama
Abdullah Toha

Dinkop-UKM, Tegur Koperasi Karya Bersama

LUWUK– Perilaku tidak terpuji yang dilakukan oleh seorang pengurus Koperasi Karya Bersama (KKB) dalam kasus penggelapan uang beberapa waktu yang lalu, mendapatkan sorotan dari Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Banggai.
Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi, Abdullah, Selasa (5/4), menyesalkan adanya pengurus koperasi yang tidak becus. Untuk diketahui, dalam laporannya kepada pihak Kepolisisan Resort (Polres), pihak koperasi mengalami kerugian sebesar 36 juta.
Hingga saat ini kepolisian masih mendalami berkas laporan tersebut. ”Itulah resikonya kalau KKB merekrut pengurus yang tidak amanah, apalagi kerugian telah mencapai puluhan juta seperti itu,” ujar Abdullah.
Selain itu, Abdullah juga mengatakan, seharusnya pihak KKB harus memperkuat pemberdayaan dan pembinaan kepada seluruh pengurus hingga tercapai tujuan dari pembentukan koperasi itu sendiri.
”Inikan koperasi dibangun atas dasar kepentingan bersama, seharusnya para pengurus mesti bersikap profesional dan menjunjung tinggi kode etik kelembagaan sehingga memudahkan proses jalannya tujuan dari lembaga itu sendiri,” paparnya.
Terkait dengan adanya kantor koperasi KKB dengan nomor badan hukum 50/BH/XXIII.I/XX/2011 tersebut, pihak Dinas Koperasi Dan UKM sejauh ini belum mendapatkan informasi. Bahkan dikabarkan telah berpindah alamat setahun yang lalu.
”Selama ini kami belum pernah mendapatkan informasi keberadaan kantor itu. Namun, berdasarkan dari data yang kami miliki, kantor tersebut beralamat di Kelurahan Bukit Mambual Kecamatan Luwuk Selatan. Dan selama ini juga mereka belum menyetor hasil-hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT),”papar salah seorang staf Bidang Pemberdayaan Koperasi.
Dalam hal proses hukum sejauh ini Polres Banggai masih mendalami laporan yang telah diterima pada hari Jum’at (1/4) dan akan dikembangkan lagi berdasarkan bukti-bukti dilapangan.
”Laporannya kemarin masih dikembalikan kepada pelapor untuk diadakan perbaikan kembali. Itu sebetulnya tergantung dari bukti dilapangan saja sehingga kami dapat memprosesnya kembali,” ungkap salah seorang staf Reserse dan Kriminal Polres banggai. (tr-43)

About uman