Home » Metro Luwuk » Antrean Jeriken Marak di SPBU
Antrean Jeriken Marak di SPBU
Antrian jeriken kembali marak terjadi. Jerikan lebih dilayani ketimbang kendaraan bermotor. Suasana SBPU MT Haryono saat melayani jeriken, Selasa (5/4).

Antrean Jeriken Marak di SPBU

LUWUK-Polres Banggai diminta untuk menertibkan antrian jeriken yang kembali marak terjadi beberapa hari terakhir ini. Khususnya yang terdapat di SPBU MT Haryono. Pasalnya, antiran tersebut sangat menganggu kenyamanan masyarakat ketika mengisi BBM.
Pantauan Luwuk Post, Selasa (5/4) dibeberapa SPBU di kota Luwuk, masih banyak ditemukan jeriken. Bahkan, petugas SPBU justru lebih fokus melayani jeriken, ketimbang warga yang antre. Anehnya, yang mengurus jeriken tersebut dengan orang yang sama. Bahkan, ketika jeriken tersebut diisi penuh, ada speseialis yang antar jemput jeriken. Setiap kali diantar, pulangnya pasti bawa jeriken kosong.
Wartawan koran ini mencoba mewawancarai seorang yang pengantri di SPBU MT Haryono, sembari menahan panasnya sengatan matahari. Andri, seorang warga Luwuk geram dengan kondisi tersebut. Ia menyatakan, pihak SPBU sudah melanggar keputusan yang disepakati sebelumnya. Pasalnya, pelayanan jeriken hanya dilakukan pada pukul 13.00 Wita.
“Coba lihat, jeriken lebih banyak dari kendaraan. Tapi jeriken yang cepat selesai daripada kendaraan. Setahu saya, jeriken itu kan dilayani nanti jam satu siang, kok baru jam 10 sudah banyak jeriken,” tandasnya.
Andri menegaskan, pengawasan Pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben), polisi maupun TNI  lemah. Sebab, kesepakatan yang dibuat justru dilanggar. “Tidak mungkin Distamben dan polisi tidak tahu kondisi sekarang. Setiap hari pasti lewat di jalan MT Haryono, bahkan mengisi bensin juga disini. Tapi hanya sekedar lewat dan lihat saja,” tegas pria berjenggot tipis itu.
Ia mengungkapkan, setelah diisi, kebanyakan jergen dibawa ke pelabuhan. Ada dua pelabuhan yang menjadi sasaran empuk yakni pelabuhan rotan dan ferry. “Kalau benar benar pihak kepolisian mau berantas BBM ilegal, coba cek saja di pelabuhan. Pasti ada banyak disana,” tandas Andri.
Kata dia, masyarakat Kabupaten Banggai rugi dengan kondisi itu. Pasalnya, BBM yang seharusnya dirasakan dengan baik, justru dinikmati oleh oknum oknum tertentu dengan cara ilegal. “Semoga polisi bisa sigap bertindak,” harapnya.
Sementara itu, salah satu korban penangkapan BBM ilegal yang namanya tak mau dikorankan menyatakan, Polres Banggai harus tegas dalam bertindak. Bahkan, melakukan pengawasan langsung hinga ke pelabuhan rakyat yang ada di kota Luwuk, khsusnya di pelabuhan Ferry.
“Ada banyak BBM ilegal yang diloloskan di pelabuban. Sehingganya, pihak kepolisian harus mengawasi ekstra ketat di pelabuhan tersebut. Jangan sampai ada BBM ilegal yang lolos,” tuturnya.
Kata dia, sebelumnya, sebanyak 7 ton bahan bakar minyak (BBM) ilegal, jenis premium berhasil dikirim menggunakan kapal kayu tujuan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan pada Selasa (29/3) lalu. Padahal sebelumnya, BBM ilegal tersebut sudah dilaporkan ke Polres Banggai melalui seorang warga sekira pukul 10.30 Wita, untuk dilakukan penangkapan.
“Tadi ada yang sudah laporan ke Polres. Tapi ketika polisi datang ke lokasi kejadian (pelabuhan ferry,red), kapal tersebut sudah lepas tali menuju Banggai Kepulauan, dengan membawa BBM ilegal sekira 7 ton,” ungkap seorang warga yang namanya tak mau dikorankan.
Kata dia, dari laporan warga tersebut, pihak kepolisian baru datang ke pelabuhan Ferry, Tanjung, Keluahaan Karaton sekira pukul 17.30 Wita. Padahal, jika polisi datang terlebih dahulu, bisa melakukan penangkapan. “Kami heran. Kok, polisi datang lambat. Padahal sudah dilaporkan dari siang, nanti datang sudah sore. Kapalnya sudah berangkat. Kalau datang dari awal, pasti bisa melakukan penggerebekan,” tandas pria berbadan tegap itu.
Olehnya itu, lanjutnya, selain pihak kepolisian menertibakan antrian jeriken di SPBU, harus juga mengawasi distribusi BBM di setiap pelabuhan. Karena diyakini, banyak terjadi praktek penggelapan oleh oknum tertentu untuk mengamankan BBM Ilegal tersebut hingga lolos.(awi)

About uman