Home » Kampus » Tak Melalui Pembahasan Senat
Tak Melalui Pembahasan Senat
Panitia Penjaringan saat melakukan diskusi membahas penundaan sementara tahapan Pilrek yang dilakukan oleh Rektor Untika, Marwan Mile, beberapa waktu lalu, Jumat (1/4).

Tak Melalui Pembahasan Senat

LUWUK-Pantia Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Rektor Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, memertanyakan keputusan Rektor Untika, Marwan Mile, yang menunda tahapan pemilihan rektor (Pilrek) beberapa waktu lalu. Pasalnya, penundaan tahapan Pilrek oleh rektor tersebut dinilai sepihak karena tidak melalui pembahasan yang seharusnya dilakukan senat.
Sekertaris panitia penjaringan mengungkapkan, selain menjadi beban panitia yang dinilai telah melakukan kesalahan terkait tahapan yang telah dijalankan, penundaan tahapan Pilrek melalui surat keputusan rektor Nomor : 159/ Untika/ A/ IV/ 2016 itu, tidak mencantumkan batas waktu penundaan. Sehingga, jadwal tahapan Pilrek yang sebelumnya telah disahkan bersamaan dengan Tata tertib (Tatib) melalui pleno senat tidak dapat dijalankan sesuai dengan jadwal tahapan tersebut.
“Kami (Panitia,red) tidak pernah mempersoalkan apakah kerja panitia harus ditunda atau bahkan dibekukan sekalipun. Namun, semua keputusan tersebut harus melalui pembahasan senat. Apa yang menjadi kesalahan panitia, sebab dihentikannya tahapan Pilrek harus dijelaskan terlebih dahulu melalui senat untuk melahirkan keputusan yang dapat diterima oleh panitia,” jelasnya, Jumat (1/4).
Selain itu,  ketua panitia penjaringan, Asri Mansoba, mengungkapkan, sebelum penundaan tahapan Pilrek dibahas dalam rapat senat, panitia akan terus melakukan tahapan-tahapan sesuai dengan jadwal yang telah ada.
Menurutnya, jika penundaan tersebut  menindak lanjuti aspirasi mahasiswa terkait keberadaan anggota senat yang merangkap jabatan struktural sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan penentuan masa periode anggota senat serta aturan dalam tatib yang harus dirubah, seharusnya keputusan yang diambil bukan menunda tahapan Pilrek.
”Jika keputusannya adalah memperpanjang tahapan Pilrek, panitia bisa menerima itu. Namun kan saat ini tahapan Pilrek yang dilakukan panitia itu ditunda tanpa kejelasan kapan akan dilanjutkan kembali. Pertanyaannya, apa kesalahan panitia sampai tahapan yang kami jalankan sesuai dengan tatib itu harus ditunda?,” pungkasnya.
Terkait persoalan tersebut, dengan sendirinya tahapan Pilrek yang telah dijadwalkan sampai dengan tanggal 25 Mei, harus diperpanjang lagi. Dalam hal ini, senat secepatnya harus melakukan pembahasan untuk menentukan jadwal tahapan yang baru.
”Pastinya, jadwal tahapan yang panitia gunakan sebelumnya harus dirubah dan disahkan lagi oleh senat,” jelasnya. (tr-35)

About uman