Home » Metro Luwuk » Depan SD Pembina Rawan Macet
Depan SD Pembina  Rawan Macet
Kemacetan sering terjadi di depan SD Pembina Luwuk. Nampak, kondisi kemacetan belum lama ini.

Depan SD Pembina Rawan Macet

LUWUK-Apa yang anda rasakan, jika anda sementara dalam urusan mendesak tiba tiba terjebak macet. Tentu, merasa jengkel. Apalagi, saat itu matahari tepat berada di atas kepala kita, dengan panas yang menyengat menembus kulit yang tak sehelai benang terlindungi serta keringat yang bercucuran membasahi tubuh.
Pantauan Luwuk Post, Sabtu (2/4), sejumlah penggun jalan terjebak macet tepat di depan SD Pembina, jalan DI Panjaitan, Kelurahan Karaton, sekira pukul 11.45 Wita, tepatnya waktu pulang sekolah. Suara klakson kendaraan mulai dari bunyi yang kecil hingga besar turut meramaikan suasana hati yang resah. Mulai dari angkutan kota, mobil pribadi maupun sepeda motor terpaksa harus menahan diri seraya agar kendaraan yang berada di depannya segera bergerak, tanpa harus menurunkan serta menjemput penumpang di depan sekolah.
Ternyata, penyebab terjadinya kemacetan bukan hanya keteledoran para sopir angkutan kota yang menaikan serta menurunkan penumpang saja, melainkan sejumlan mobil pribadi yang parkir menggunakan badan jalan, baik itu kendaraan roda dua maupun empat. Kondisi jalan yang sempit, ditambah lagi parkir kendaraan dari sisi kiri dan kanan bahu jalan, otomatis menimbulkan kemacetan.
Meskipun kemacetan itu tidak berlangsung lama, hanya sekira 10 hingga 15 menit saja. Namun, sangat membuat warga galau. Bagaimana tidak, jam jam tersebut adalah waktu istirahat. Sehingga pengguna jalan ingin cepat tiba di rumahnya masing masing. Apalagi, perut dalam keadaan keroncongan, pastinya membuat pengguna jalan naik pitam.
Menanggapi persoalan tersebut, seorang warga Luwuk, Amran menyatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banggai dinilai lemah dalam mengatasi kemacetan di kota Luwuk. Pasalnya, kondisi terjadi setiap hari ketika jam pulang sekolah. Harusnya, Dishub bertindak tegas.
“Kalau macet terus begini, apa kerjanya Dishub. Kondisi ini kan terjadi setiap hari, kecuali hari minggu. Harusnya, minimal ada petugas yang bisa mengamankan arus lintas. Tapi ini tidak ada petugas seorang pun,” tandasnya. (awi)

About uman