Home » Berita Utama » Sehari, Listrik di Bunta Enam Kali Padam
Sehari, Listrik di  Bunta Enam Kali Padam
Manager Area PLN Luwuk Samuji, saat memberikan souvenir gelas listrik pintar kepada peserta yang melayangkan pertanyaan, Jumat (1/4) di ruang pertemuan kantor Camat Bunta.

Sehari, Listrik di Bunta Enam Kali Padam

LUWUK-Dalam sehari listrik di Bunta sampai enam kali padam. Hal ini menjadi keluhan warga yang disampaikan saat kunjungan Manager PT PLN Cabang Luwuk, Samuji Jumat (1/4).
Meski mengeluhkan kinerja PLN, namun kedatangan Samuji diapresiasi warga setempat.
Pasalnya, selama PLN Sub Rayon Bunta berdiri, pimpinan PLN tidak pernah berkunjung ke wilayah kecamatan itu.
Kedatangan Manager PLN Area Luwuk juga dalam rangka menindaklanjuti aksi demo warga beberapa waktu yang lalu.  Dalam pertemuan tersebut turut hadir Camat Bunta dan Nuhon, para Kepala Desa di tiga wilayah yakni Kecamatan Bunta, Nuhon dan Simpang Raya.
Amatan Luwuk Post, masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut sangat aktif. Warga juga memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Manager PLN yang baru menjabat sekira 2 bulan yang lalu itu.
Tak hanya itu, warga yang diberi kesempatan bertanya langsung mengeluarkan uneg uneg.
Paling dominan berhubungan dengan pemadaman listrik, sistem pemasangan instalasi listrik yang amburadul, banyak calo yang memanfaatkan PLN untuk mendapatkan keuntungan. Bahkan, warga mempertanyakan mekanisme pergantian listrik pasca bayar ke prabayar.
“Di Bunta, listrik padam dalam sehari sampai enam kali. Ironisnya, ada pemasangan listrik ilegal dan warga terkesan dibodoh bodohi. Warga sudah membayar pemasangan listrik, namun belum juga terealisasi,” beber beberapa warga dengan nada kasar.
Menanggapi hal ini, Samuji berjanji akan menindak tegas oknum oknum yang sengaja mempermainkan PLN untuk memperoleh keuntungan pribadi. Apalagi sampai merugikan masyarakat. “Kami akan tindak tegas perbuatan itu. Insya Allah, pekan depan saya akan datang lagi di kantor dan mengecek seluruh pemasangan instalansi listrik apakah sesuai mekanisme atau tidak,” tegasnya.
Samuji menyatakan, PLN Luwuk selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “Niat kami melayani yang lebih baik, cepat, tepat dan tulus. Model inilah yang akan dilakukan untuk masyarakat, khususnya warga yang terdapat di Kecamatan Bunta, Nuhon maupun Simpang Raya,” ujarnya dengan penuh keyakinan, sembari memberikan souvenir gelas listrik pintar bagi warga yang melayangkan pertanyaan.
Sementara itu, dalam pertemuan itu, disosialisasikan mekanisme pemasangan instalasi listrik hingga pada standarisasi listrik di rumah warga. Sosialisasi ini dilakukan oleh AKLI dan PPILN.
Untuk AKLI (Asosisiasi Konsultan Listrik Indonesia), memberikan gambaran tentang kewenangan AKLI secara ketentuan berhak memasang instalasi listrik di rumah warga. “Kalau PLN hanya sampai di meteran, sementara AKLI punya kewenangan untuk pemasangan instalasinya,” tutur koordinator AKLI.
Berbeda dengan PPILN. Kewenanganya, setelah AKLI memasang instalasi, PPILN berhak mengawasi dan memberikan penilaian. Bahkan, ada sertifikat kelayakan atau standarisasi pemasangan yang dikeluarkan dalam bentuk SLO. (adv/awi)

About uman