Home » Politik » Politikus Nasdem Tolak Berpasangan Dengan Lania?
Politikus Nasdem Tolak Berpasangan Dengan Lania?
Rudy Pakaya

Politikus Nasdem Tolak Berpasangan Dengan Lania?

LUWUK—Meski masih terpaut 10 bulan lagi, suhu politik Pilkada serentak Banggai Kepulauan (Bangkep) mulai memanas. Hal itu menyusul berhembusnya kabar bahwa salah satu calon kontestan Pilkada dari Partai Nasdem, Hesmon Pandili menolak jika hasil survey menunjuk dirinya harus berpasangan dengan Lania Laosa. Sejauh ini, Lania dan Hesmon diketahui telah mendaftarkan diri disejumlah parpol dalam rangka berburu tiket merebut kursi pimpinan daerah.
Terkait itu, sejumlah politisi bumi Peling yang dimintai tanggapannya mengakui sempat mendengar rumor tersebut, salah satunya adalah Ketua DPC PDIP Bangkep, Israfil Malingong. Hanya saja Israfil tak berkomentar panjang lebar mengenai rumor disharmonisasi antara politikus Nasdem dan Partai Golkar itu.
Saat dikonfirmasi, Ketua DPD Nasdem Bangkep, Rudy Pakaya langsung menepis adanya isu yang dianggapnya menyesatkan, Senin (28/3). Rudy menegaskan, saat ini partainya belum mengenal istila alergi terhadap figur dan parpol manapun. Sebab, yang menjadi acuan dasar menjodohkan figur pasangan calon bupati/wakil bupati bergantung pada hasil survey.
“Saat ini belum ada hasil survey, ini bukan masalah suka atau tidak, tapi yang di incar adalah kemenangan untuk bagaimana kedepan melahirkan pemimpin yang bertanggungjawab dan berkomitmen membangun daerah,” tegas Rudy.
Jika benar demikian, politikus partai besutan Surya Palo ini mengaku tak tahu menahu mengenai masalah pribadi antara Lania dan Hesmon. Yang pasti, menurut dia, dalam konteks politik hubungan ke duanya aman-aman saja.
“Kalau ada masalah pribadi saya rasa tidak relevan disangkut pautkan dengan Pilkada, sebab  tujuan dari pada perjuangan ini bukan untuk pribadi melainkan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Lagipula, sambungnya, dunia politik sarat akan perubahan. Dia menilai, kondisi politik terlalu dinamis untuk menjust antar figur peserta Pilkada tak saling berjodoh.
“Dalam dunia politik apapun itu dapat berubah. Jika kedepan hasil survey memungkinkan kenapa tidak ke duanya didorong maju,” pungkasnya.(man)

About uman