Home » Berita Utama » Bupati Banggai Terima Anugerah Pangripta Nusantara
Bupati Banggai Terima Anugerah Pangripta Nusantara
Bupati Banggai, Sofhian Mile, menerima anugerah Pangripta Nusantara, sebagai daerah yang dinilai terbaik dalam perencanaan pembangunan.

Bupati Banggai Terima Anugerah Pangripta Nusantara

PALU—Tak salah Bupati Banggai, Sofhian Mile, menempatkan Ramli Tongko sebagai Kepala Bappeda. Untuk kali pertama, Kabupaten Banggai meraih anugerah Pangripta Nusantara. Penghargaan itu diberikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk daerah yang dinilai terbaik dalam hal perencanaan pembangunan, sehingga meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, memberikan penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara, kepada Bupati Banggai, Sofhian Mile, terkait penyusunan rencana kerja pembangunan daerah tahun 2016 tingkat provinsi Sulawesi Tengah untuk kategori peningkatan terbesar. Kabupaten Banggai tercatat terbaik dua setelah Kabupaten Morowali Utara.
Anugerah diserahkan oleh Gubernur Sulteng pada acara pembukaan Musrenbang Regional dan Musrenbang Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2016 disaksikan oleh Mendagri RI Cahyo Kumolo dan Ketua Bappenas Sofyan Jalil serta Gubernur dan Bupati/Walikota se Sulawesi, di Hotel Mercure Palu, minggu malam (27/3).
Kepala Bappeda Kabupaten  Banggai, Ramli Tongko yang dihubungi Luwuk Post, mengakui anugerah yang diberikan gubernur Sulteng untuk Bupati Banggai, Sofhian Mile itu.
Ramli menjelaskan Pangripta Nusantara merupakan anugerah yang diberikan kepada daerah yang melakukan perencanaan pembangunan dengan baik.  Pangripta Nusantara 2016 sejatinya adalah anugerah atas hasil penilaian yang dilakukan terhadap RKPD tahun 2015 lalu.
Mantan Kabag Ortal Setda Kabupaten Banggai itu, menjelaskan, penilaian dilakukan terhadap dokumen perencanaan, dan proses penyusunannya, yaitu perencanaan yang dilakukan dari bawah, yakni pra dan musrenbang desa, kecamatan, kabupaten, hingga forum SKPD dan seterusnya. Hal lain yang dinilai adalah proses singkronisasi antara program pusat dan daerah, proses teknokratis dan politis serta pendekatan inovasi. Untuk proses politik penilaian dilakukan terhadap seberapa besar program dan kegiatan dijaring melalui mekanisme DPRD, atau pelibatan DPRD seperti hasil dari kegiatan kegiatan reses anggota DPRD.
Terkait dengan inovasi, Kabupaten Banggai dinilai terbaik karena melibatkan komisi komisi di DPRD dalam forum SKPD serta pelaksanaan musrenbang kecamatan yang digelar dua tahap diluar mekanisme yang diatur dalam perundang undangan yang berlaku.
Sementara itu, Bupati Banggai, Sofhian Mile, menyatakan kesyukurannya bisa menerima penghargaan itu. Sebab, penghargaan tersebut bisa menjadi tolak ukur bahwa ada kemajuan dalam sistem perencanaan pembangunan di daerah ini. Maklum saja, dalam catatan koran ini, selama ini, pemerintah Kabupaten Banggai belum pernah menerima anugerah Pangripta Nusantara itu. Hanya saja, Bupati berharap agar kekurangan kekurangan dalam perencanaan tetap menjadi perhatian dari SKPD terkait, sehingga dokumen dan proses penyusunan perencanaan menjadi lebih sempurna dimasa mendatang. (ris/adv)

About uman