Home » Politik » Soal Koalisi, PDIP Buka Pintu
Soal Koalisi, PDIP Buka Pintu
Israfil Malingong

Soal Koalisi, PDIP Buka Pintu

LUWUK—Jelang Pilkada serentak 2017, potensi DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Banggai Kepulauan digandeng sejumlah parpol besar seperti, Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) mulai gencar di wacanakan.
Di Pilkada Bangkep kali ini, Golkar dan PAN memang menjadi parpol istimewa. Pasalnya tanpa harus berkoalisi, ke dua parpol peraih 5 kursi di Parlemen itu bersyarat mengusung pasangan calon kepala daerah (paslonkada).
Ketua DPC PDIP Bangkep, Israfil Malingong menegaskan, pihaknya tak alergi dengan parpol manapun. Mengingat PDIP kekurangan 1 kursi untuk mengusung, maka mau tidak mau partai kepala banteng moncong putih harus membuka diri bagi partai manapun.
“Tapi semua tergantung hasil survey figur yang mendaftar di PDIP,” katanya, Minggu (27/3).
Dijelaskannya, dalam menentukan kandidat usungan PDIP mengedepankan mekanisme survey. Jika hasil survey tertinggi mengarah pada kader parpol lain yang mendaftar itu menjadi acuan bagian PDIP dalam menentukan siapa paslon ideal yang akan dimenangkan di Pilkada nanti.
“Walaupun kader partai kalau surveynya rendah sulit untuk diusung, sebab yang kami incar adalah kemenangan,” jelas Wakil Ketua DPRD Bangkep ini.
Yang pasti kata dia, PDIP tak alergi dengan Golkar, PAN atau parpol lainnya. Diketahui, hingga ditutupnya masa pendaftaran PDIP berhasil menjaring 6 balonkada, yakni untuk calon bupati (cabup) Lania Laosa, Irianto Malingong, Djamaludin Mariajang dan Amarudin Latarang. Sedangkan diposisi calon wakil bupati (cawabup) Hesmon Pandili dan Dudi Usuman.
“Jadi nama-nama itulah yang nantinya akan disurvey. Jelasnya PDIP akan memastikan diri menjadi parpol pengusung, bukan pendukung. Kader atau hubungan kekeluargaanpun juga bukan menjadi jaminan dalam mengusung figur,” pungkasnya.(man)

About uman