Home » Metro Luwuk » RSUD Kebanjiran Pasien Diare
RSUD Kebanjiran Pasien Diare
Kondisi ruang anak RSUD Luwuk penuh sesak, dengan pasien anak yang mayoritas terkena sakit diare, Selasa (22/3).

RSUD Kebanjiran Pasien Diare

LUWUK-Lagi lagi, ruang UP anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk, tak mampu lagi menampung pasien. Membludaknya pasien anak dengan penyakit diare menjadi penyebabnya.
Amatan Luwuk Post, Selasa (22/3) sore, puluhan pasien anak terpaksa harus dirawat di lorong lorong ruangan, mengingat, kamar yang disediakan pihak RSUD sudah penuh sesak dengan pasien  yang mayoritas mengidap sakit diare. Belum lagi, suhu ruangan yang cukup panas, mengakibatkan suara tangisan bayi menyelimuti ruangan tersebut.
Salah seorang perawat medis yang dikonfirmasi koran ini menyebutkan, sejak beberapa hari terakhir rumah sakit kebanjiran pasien anak. Pasien yang dirawat inap, didominasi oleh penderita diare. Bahkan, ada yang terkena demam berdarah (DBD). Ruangan  anak tidak bisa lagi menampung pasien baru, sebab kamar kamar sudah penuh, bahkan ada puluhan pasien yang dirawat di lorong ruangan.
“Paling banyak pasien terkena sakit diare. Ada juga yang DBD. Pokoknya, mayoritas sakit diare,” urainya.
Perawat berpakaian putih putih itu menyatakan, beberapa hari yang lalu, ada seorang pasien anak yang meninggal. “Saya tidak tahu sakit diare atau DBD, tapi sepertinya diare. Pasien bayi itu berasal dari Desa Tangeban, Kecamatan Masama,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang keluarga pasien Sarinah menyatakan, ruangan anak sangat panas. Sehingga, banyak pasien anak yang tidak betah. Istirahat pasien tidak teratur, karena kondisi ruangan panas.
“Anak kami yang sakit tidak betah, makanya wajar kalau banyak pasien yang menangis. Anak kami terasa panas. Belum lagi mondar mandir keluarga pasien tanpa henti. Meskipun malam hari, cuaca tetap panas,”  tuturnya sembari mengipas anaknya dengan potongan dos  bekas.
Ia mengharapkan, pihak RSUD harus mengambil langkah, minimal bisa menyediakan ruangan khusus untuk pasien anak yang sementara dirawat di lorong lorong. “Bagaimana anak kami mau cepat sembuh, kalau kondisi ruangan yang panas seperti ini,” tandas Sarinah. (awi)

About uman