Home » Torang p Sekolah » Lebih Suka Pegang Gadget, Anak anak Beralih ke COC
Lebih Suka Pegang Gadget, Anak anak Beralih ke COC
Penampakan permainan gasing, permainan tradisional yang dimodernkan dimainkan oleh anak anak dalam wadah plastik.

Lebih Suka Pegang Gadget, Anak anak Beralih ke COC

DULU permainan tradisional mempunyai tempatnya sendiri. Sederhana, murah, meriah dan yang pasti menyenangkan. Jarang sekali permainan dilakukan oleh seorang anak saja. Kebanyakan permainan dimainkan secara bersama sama. Permainan tradisional mengajarkan anak anak untuk selalu bersosial.

Laporan : Rizka Chaniago / Luwuk Post
SEKARANG permainan tradisonal seakan tergerus jaman. Di setiap sudut kota anak anak usia TK hingga SD sudah asik bermain dengan gadget yang menyediakan game online yang lebih menarik. Miris memang.
Jika sore hari ketika matahari mulai kembali ke peraduannya, disudut sudut perumahan tidak ada lagi anak anak yang memainkan Zebra, Kalario, Sembunyi atau lompa tali. Pemandangan yang terjadi hanya anak anak yang duduk bergerombol, melakukan selfie melalui kamera HP mereka. Yang laki lakinya malah asik dengan game COC dan naga hewan khayalan.
Mungkin, karena disetiap sudut kota ini tidak ada lagi ruang untuk bermain, pembangunan yang pesat membuat ruang bermain semakin sempit di kota ini. Atau memang permainan tradisional telah hilang pesonanya. Kejar kejaran bukan lagi hal yang menyenangkan, main ponti, main kasti bukan lagi favorit. Main Kwartet, main SOS bukan lagi permainan yang menguras otak. Sudah kuno, tidak gaul, tidak asik.
“Main COC Lebih asik ka, “ ujar seorang bocah yang enggan diganggu kesenangannya. Mereka bergerombol membentuk lingkaran dengan gadget masing masing. Tidak ada cengkrama,atau keringat yang biasa keluar.
Disudut kota yang lain dibawah pohon rindang, tiga anak sedang duduk bergerombol memainkan gasing, yang bentuknya lebih modern bukan gasing kayu lagi tapi plastik. Saling adu kekuatan gasing, bercengkrama dan tertawa. “Ini gasing ka, sa p gasing sa kasi nama cimui, “ jelas bocah berambut cepak dengan tubuh yang tambun. Setidaknya mereka lebih enak diajak berinteraksi. Setidaknya mereka tidak memegang gadget canggih. Permainan yang dulunya menjadi favorit ternyata benar benar kehilangan penggemar. (*)

About uman