Home » Banggai Laut » Kawasan Hutan Lindung Ombuli Rusak Parah
Kawasan Hutan Lindung Ombuli Rusak Parah
Kawasan hutan lindung Ombuli terancam gundul karena maraknya penebangan liar yang tidak terpantau petugas.

Kawasan Hutan Lindung Ombuli Rusak Parah

BANGGAI-Kawasan Ombuli merupakan daerah hutan lindung yang penting di pulau Banggai. Wilayah ini sejatinya adalah bekas pusat pengolahan kayu perusahaan Marabunta di jaman lampau. Sekira tigapuluh atau empatpuluh tahun silam, perusahaan asal Jepang itu diduga mendapat izin pengolahan kayu. Terdapat keterangan yang mengatakan bahwa ada semacam kesepakatan bersama pemerintah setempat yang mana perusahaan diwajibkan melakukan penanaman kembali (reboisasi) terhadap kawasan hutan pasca penebangan.
Hal ini nampaknya dipenuhi perusahaan. Terbukti selain hamparan mangrove yang sudah mulai habis, di beberapa tempat terdapat pula jenis kayu kelas satu seperti kayu Ulin dan sejenisnya. Pohon-pohon tersebut diperkirakan berumur empat puluhan tahun yang diduga merupakan peninggalan reboisasi Marabunta. Sepeninggal mereka, oleh pemerintah kawasan Ombuli kemudian ditetapkan sebagai daerah hutan lindung yang harus dijaga kelestariannya.
Kenyataan hari ini, daerah yang merupakan perbatasan antara desa Pasir Putih kecamatan Banggai dan desa Kelapa Lima kecamatan Banggai Selatan itu terancam tandus. Kawasan Ombuli telah menjadi sasaran pembalakan liar warga setempat.
Laporan yang diterima menyebutkan, aktifitas penebangan itu sudah berlangsung cukup lama tanpa ada upaya penghentian oleh aparat berwenang.
Kinerja pemerintah dipertanyakan. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Distanhutbun) mendapat sorotan tajam sejumlah pemerhati.
Adalah Indra Turba Hamid dan rekannya Supriadi Laeba menyesalkan fungsi satuan polisi hutan (Polhut) yang tidak menjalankan tugas secara baik.
“Ada kesan pembiaran atau jangan-jangan Distanhutbun malah tidak tau masalah ini,” ujar Turba prihatin.
Dia mendesak Kepala Dinas, Ir. Tety Tangahu, ME segera merumuskan suatu langkah preventif yang terarah dan terukur serta mendayagunakan personil Polhut yang dimilikinya.
“Dia (Ir. Tety, red) harus punya konsep jelas dalam hal ini. Kalau perlu dibuat kerja sama lintas SKPD bersama dinas terkait lain,” tandasnya. (Sbt)

About uman