Home » Politik » Begini Tanggapan Politikus Senior Golkar
Begini Tanggapan Politikus Senior Golkar
Murad U Nasir

Begini Tanggapan Politikus Senior Golkar

LUWUK—Politisi senior Partai Golkar, Murad U Nasir menyatakan, pemerintahan daerah (Pemda) Banggai saat ini tidak dalam kondisi kekurangan figur ideal untuk dipromosikan sebagai bakal calon Sekretaris Kabupaten (Sekkab) pasca pensiunnya Syahrial Labelo (Sekkab sekarang,red). Murad menganggap, pernyataan bahwa Banggai krisis figur calon Sekkab adalah pandangan yang keliru.
“Kalau ada yang berpandangan kritis seperti itu, saya rasa itu pandangan yang keliru,” ungkap Murad, Selasa (22/3).
Menurut dia, Kabupaten Banggai cukup memiliki kader-kader unggulan daerah yang dapat ditampilkan sebagai trigger administrasi, organisasi dan manajemen by objective. Hal itu, lanjut Murad, dapat ditemui pada para pimpinan SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah), jabatan kepala dinas atau jabatan strategis lainnya yang dilihat secara rasional berdasarkan perspektif, kualifikasi, kompetensi, komitmen dan integritas .
“Dengan pandangan rasional dan objektif itu coba kita sasarkan dalam mencermati track reccord adik-adik yang kini menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Atas capaian itu maka dapat disimpulkan bahwa kualitas kemampuan dan pengalaman mereka cukup membanggakan,” jelas mantan Ketua DPRD Sulteng sekaligus mantan politisi Senayan ini.
Lebih lanjut jelas dia, pada tahap pencermatan haruslan dibarengi penilaian terhadap daya fisioner, kredibiltas dan kapabilitas untuk menemui putera daerah yang diharapkan menjadi Sekkab kedepan. Dia menilai, tingkat pengetahuan dan pengalaman harusnya memberi garansi politik terhadap nilai kepantasan para figur birokrasi.
Diakuinya, mencari figur birokrasi 100 persen ideal, pantas dan tepat adalah sesuatu yang nonsense, belum lagi adanya pihak yang mempersulit untuk mendapatkan itu. Namun, jika yang dicari adalah figur ideal apa adanya untuk dipromosikan menjabat Sekkab bukanlah hal sulit karena pada umumnya para pejabat dalam jajaran Pemda Banggai cukup memperlihatkan kinerja baik.
“Artinya ada kesuksesan yang mereka capai dalam menata karir, dan dipastikan mereka telah mempresentasikan dirinya sebagai penanggungjawab dalam menata kelola organisasi atau tata kerja dinas masing-masing,” tuturnya.
Kalaupun terdapat kekurangan atau kekeliriuan dalam menjalankan roda pemerintahan dan kebijakan publik yang diemban dapat dimaklumi sepanjang itu diluar kesengajaan. Terlebih tegas Murad, mereka (pejabat,red) yang dipromosikan tidak pernah terlibat  tindak pidana korupsi,  narkoba, miras (minuman keras), penjudi atau kelakukan bejat lainnya seperti pengganggu hubungan rumah tangga orang.  Selain itu, sambung dia, haram hukumnya bagi mereka yang memiliki kebiasaan ‘menjilat’, tukang peras atau tukang bersekongkol mengamankan proyek siluman digunakan lagi menjadi bagian birokrasi apalagi dipertimbangkan menjadi bakal calon Sekkab.
“Di luar dari kategori pejabat yang bejat moralnya, maka siapapun diantara pimpinan SKPD yang telah memenuhi syarat kepangkatan, masa kerja, kualifikasi, kompetensi, integritas dan komitmen membangun daerah layak diberikan kepercayaan seluas-luasnya masuk dalam inventarisasi calon Sekkab untuk kemudian dinilai secara objektif dan selektif,” imbuh Murad.
Dia menyarankan seluruh pihak tidak menyampaikan pandangan atau pemikiran yang menggiring opini publik masuk dalam ranah politik tak beraturan. Dalam menentukan itu kepercayaan penuh haruslah diberikan kepada Bupati selaku pejabat yang diberi wewenang oleh Presiden sebagaimana yang diatur pada pasal 53 Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Atas kewenangan itu, Murad menilai, masyarakat mengharapkan dalam menetapkan calon Sekkab Bupati menggodok para figur secara profesional serta berproses berdasarkan mekanisme yang prosedural. Jadi, katanya, proses pemilihan Sekkab bukan ranah politik melainkan ranah teknis administratif baku yang juga diatur dalam PP Nomor 9 Tahun 2003.
“Serta menjadi tanggungjawab birokrasi yang diproses secara prosedural administratif dan manajemen tata kerja organisasional yang profesional. Pada dasarnya Banggai tidak kekurangan figur calon Sekkab, kalau dikatakan terdapat banyak pejabat di Banggai tapi yang krisis adalah figur pemimpinnya, itu bisa ya bisa pula sebaliknya,” pungkasnya.(man)

About uman