Home » Politik » Jawab Desakan GAM, BK Panggil Adhielo
Jawab Desakan GAM,  BK Panggil Adhielo
PAPA MINTA AIR: Diskusi informal sejumlah aktivis Universitas Tompotika Luwuk di ruang Komisi III DPRD Banggai, Senin (21/3).

Jawab Desakan GAM, BK Panggil Adhielo

LUWUK—Desakan Gabungan Aktivisi Mathailobo (GAM) akhirnya dijawab Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Banggai. Dalam rangka menelusuri kebenaran atas tudingan Ketua Forum Kota Air Luwuk (Fokal), Adhielo terkait oknum papa minta air kepada Ketua Komisi III DPRD Banggai Saripudin Tjatjo dan anggotanya Muh Djufri R Diko, hari ini (Selasa 22/3) BK melayangkan surat panggilan kepada aktivis lingkungan tersebut.
“Kepada Adhielo akan kami pertanyakan tentang dasar, bukti serta fakta yang dapat menguatkan tudingannya. Jika  nantinya Adhielo mengelak atas tudingannya maka BK menganggap tidak benar ke dua tertuding (Saripudin dan Djufri,red) melanggar kode etik,” ungkap Safrudin, Senin (21/3).
Dia menegaskan, dalam hal ini BK hanya mencari tahu apakah telah terjadi pelanggaran kode etik atas tudingan tersebut. Mengenai apakah nantinya wakil rakyat tertuding akan melanjutkan persoalan ini ke rana hukum, Safrudin mengatakan, BK tak dapat memasung hak pribadi Om Arif (Saripudin) dan Djufri.
“Tapi kalau Adhielo dapat memberikan laporan atau bukti autentik atas tudingannya, itu menjadi dasar BK untuk melanjutkan penelusuran pelanggaran kode etik dengan memanggil ke dua wakil rakyat terkait,” tutur Ketua DPC PKB Banggai ini.
Diketahui, sebelumnya Om Arif dan Djufri yang merasa tak pernah melakukan perbuatan keji ditengah krisis air bersih. Mereka pun kemudian mengeluarkan somasi kepada Adhielo. Adapun materi somasinya diantaranya meminta Adhielo mengklarifikasi tudingannya melalui media serta meminta maaf atas hal itu. Kendati demikian, jika Adhielo tetap bersikeras atas ancamannya akan menuntut kepada pihak yudikatif, Om Arif dan Djufri justru sangat siap jika masalah ini di selesaikan ke rana hukum. Sebab, tudingan yang tak jelas kebenarannya itu telah merusak nama baik ke dua aleg.
Pada pemberitaan sejumlah media lokal beberapa hari terakhir, Adhielo mengelak telah menuding dugaan indikasi itu kepada Om Arif dan Djufri R Diko. Hal itu menuai pertanyaan sejumlah pegiat Gabungan Aktivis Manthailobo (GAM), pers serta sejumlah politisi yang kala itu mendengar langsung pernyataan Adhielo. Terkait kejelasan tudingan tersebut, BK berjanji akan menyampaikannya setelah mendengar ketarangan Adhielo yang dijadwalkan, Rabu (23/3).

Papa Minta Air Salah Alamat    ///
Sementara itu, persepsi berbeda datang dari sejumlah aktivisi Universita Tompotika (Untika) Luwuk saat berkunjung di ruangan Komisi III DPRD Banggai, Senin (22/3). Melalui diskusi informal para aktivis menilai rumor oknum papa minta air salah alamat. Mereka menduga, adalah PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang seharunya menjadi sasaran papa minta air, bukan DPRD Banggai.
Kalaupun benar terdapat aleg DPRD yang menjadi oknum papa minta air, mereka tak yakin arahnya kepada Saripudin Tjatjo dan Djufri R Diko.
“Awal dirilisnya pemberitaan papa minta air hanya melibatkan dua lembaga, yakni PDAM dan DPRD. Tapi kenapa sekarang muncul Awesome yang dituding menjadi ATM oknum papa minta air. Kami menduga muara dari masalah ini dari PDAM menyusul berhembusnya rumor adanya kubu-kubuan di internal perusahaan pelat merah itu,” tutur mereka.
Lebih lanjut jelas mereka, pada pemberitaan awal oknum yang diduga terlibat adalah aleg yang duduk di Komisi yang membidangi PDAM, dalam hal ini Komisi III yang terjadi sejak tahun 2013 silam. Dengan demikian, maka adalah keliru jika Om Arif dan Djufri yang kemudian menjadi oknum tertuding.
“Pak Djufri baru menjabat di Komisi III pasca Pileg 2014 silam, sedangkan Om Arif baru menjabat pimpinan Komisi III sekira pertengahan tahun 2015 lalu. Jika dikaitkan dengan pemberitaan awal agaknya keliru jika kemudian tudingan oknum papa minta air diarahkan kepada ke dua wakil rakyat tersebut,” jelasnya.
Olehnya, menurut mereka, adalah PDAM yang seharusnya ditelusuri terkait keberadaan oknum papa minta air. Sebab menurut para aktivis, hal ini bisa jadi bagian dari skenario antar kubu di internal PDAM ditengah problematika krisis air bersih.(man)

About uman