Home » Metro Luwuk » Hiasan Sisik Penyu Jadi Buruan Warga
Hiasan Sisik Penyu Jadi  Buruan Warga
Hiasan yang menjadi buruan warga, Nampak Karman bersama istrinya melakukan pembuatan.

Hiasan Sisik Penyu Jadi Buruan Warga

LAPORAN, Anto Yasin/Luwuk Post
KECAMATAN Pagimana yang dikenal sebagai penghasil ikan asin terbaik di wilayah Kabupaten Banggai kini pula dikenal sebagai penghasil hiasan gelang dan cincin dari bahan kulit sisik penyu. Bahkan hiasan tersebut telah menjadi buruan oleh kaum muda, khususnya para mahasiswa yang berasal dari luar daerah hingga luar negeri. Terdapat juga puluhan siswa yang berasal dari pondok pesantren modern dari Biromaru Kabupaten Sigi Sulteng, saat melakukan ekonomi studi tour tahun 2010 silam di Sesa Jaya Bakti, Kecamatan Pagimana untuk  mengetahui lebih jelas cara pembuatan hiasan sisik dari penyu tersebut.
Karman (50), salah satu pengrajin hiasan sisik penyu, saat wawancara khusus bersama wartawan koran ini di desa Jaya Bakti menyatakan, kegiatan yang digeluti sebagai pengrajin hiasan dari bahan sisik penyu merupakan mata pencaharian  sejak belasan tahun lamanya, setalah orangtuanya yang juga pengrajin sisik penyu meninggal dunia, sehingga ia harus menjadi penerus orangtuanya.
Suami dari Evi (49) serta ayah dari lima orang anak yang berdomisli di Dusun I tersebut mengaku, aktifitas sebagai pengrajin sisik penyu menjadi mata pengcaharian andalan  untuk membiayai keluarganya. Selain itu, Karman menyebutkan bahwa, lembaran sisik penyu yang dipakai sebagai bahan pembuat cicin, gelang bahkan kalung dan ikat pinggang itu diperoleh dari warga nelayan yang berasal dari Kepulauan Togian Tojo Una-Una, bahan tersebut dibeli dengan harga sekira Rp 1 juta per kilogram. Namun untuk saat ini menurut Karman, harganya turun berkisar Rp. 700 ribu per kilogram.
Setelah sisik penyu disulap menjadi berbagai jenis perhiasan, Karman menjual dengan harga Rp 13 ribu per buah. Kebanyakan warga Pagimana yang membeli, kemudian kembali dijual dengan harga Rp 50 ribu per buah untuk jenis gelang, sedangkan untuk cincin Rp 35 ribu.
Untuk pembuatan, Karman dalam sehari bisa menghasilkan 75 hingga 100 buah. ”aktifitas saya sebagai pengrajin itu sudah cukup lama sejak tahun 2008 silam, setelah orangtua saya meninggal. Orangtua saya juga pengrajin sisik penyu, sehingga saya harus teruskan. Saat ini, menjadi pengrajin  sudah mata pencaharian untuk menafkai keluarga saya,” kata Karman yang ditemani istrinya. (*)

About uman