Home » Metro Luwuk » PLS Nilai Budaya Lokal “Mati Suri”
PLS Nilai Budaya  Lokal “Mati Suri”
Pemuda Lintas Seni Kecamatan Simpang Raya saat foto bersama usai pergelaran seni budaya Nusantara, Sabtu (12/3) lalu.

PLS Nilai Budaya Lokal “Mati Suri”

LUWUK-Sejumlah pemuda pecinta seni dan budaya yang mengatasnamakan Pemuda Lintas Suku (PLS) Kecamatan Simpang Raya menilai, kesenian serta kebudayaan lokal Kabupaten Banggai terancam punah alias mati suri. Pasalnya, Pemerintah Daerah (Pemda) dalam hal ini Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) dianggap lemah dalam mengembangkan seni dan budaya untuk selalu dikenang di setiap generasi.
Terbukti, hampir setiap tahun, tidak ada pergelaran pentas seni dan budaya yang dilakukan Pemda, sebagai kegiatan rutin untuk mempromosikan kekayaan seni dan budaya yang terkandung di Bumi Babasal ini.
“Kami lihat setiap tahunnya, tidak ada kegiatan rutin yang dilakukan Pemda dalam hal pentas seni dan budaya Kabupaten Banggai. Ini pertanda, seni dan budaya lokal kita terancam punah,” tegas Ketua Pemuda Lintas Suku Kecamatan Simpang Raya, I Made Kiki Gunadiaksa, Rabu (16/3).
Bahkan, kata dia, pihaknya pernah meminta data kelompok seni dan budaya yang terdapat di selueuh kecamatan melalui Disparekraf.Namun diarahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), kemudian diarahkan lagi ke Kesbangpol.“Waktu kami tiba di Kesbangpol justru dibilang, kalau mau minta data organisasi pemuda atau Parpol pasti ada disini, kalau yang berhubungan dengan seni dan budaya silahkan ke Disparekraf atau Dikbud. Kondisi ini menandakan, tidak pedulinya Pemda terhadap keberadaan seni dan budaya,” ungkap pria yang juga mahasiswa di Malang, Jawa Timur tersebut.
Sebelumnya, PLS Kecamatan Simpang Raya mengadakan pergelaran seni dan budaya di Desa Dwipa Karya, Kecamatan Pagimana pada Sabtu (12/3) lalu. Dalam kegiatan tersebut, kata Gunadiaksa, tidak ada perhatian dari Pemda, meskipun ada perwakilan Disparekraf yang hadir. Sebenarnya, kegiatan seperti ini harus menjadi agenda rutin Pemda untuk diselenggarakan setiap tahunnya. “Kalau bisa jangan menunggu momen, lebih menciptakan momen untuk melestarikan seni dan budaya Kabupaten Banggai. Dan salah satunya, pentas seni dan budaya harus menjadi agenda rutin Pemda,” tuturnya.
Kegiatan seni yang bertema, melalui pergelaran seni budaya nusantara, kita tingkatkan persatuan, kesatuan, kerukunan dan persaudaraan tersebut, menampilkan kesenian tari tradisi dari berbagai suku yang ada di Kabupaten Banggai.
“Semoga melalui kegiatan tersebut, Pemda dapat memberikan perhatian serius terhadap berkembangnya seni dan budaya di Kabupaten Banggai,” harap Gunadiaksa. (awi)

About uman