Home » Metro Luwuk » Sipir Wajib Bongkar Isi Tas Pengunjung
Sipir Wajib Bongkar Isi Tas Pengunjung
Sugiyanto, sipir Lapas Klas Iib Luwuk saat menggeledah isi tas pengunjung, di Lapas Klas IIb Luwuk, Senin (14/3).

Sipir Wajib Bongkar Isi Tas Pengunjung

Penjagaan Lapas Klas IIb Luwuk semakin ketat. Setiap pengunjung yang datang ke tempat lembaga pimpinan Jhon F.K. Jhohannes itu wajib digeledah, diperiksa, termasuk seluruh isi barang yang ada di dalam tas pengunjung.

LAPORAN : IRFAN MAJIRUNG/ LUWUK POST
MENGUNJUNGI Lapas Klas IIb Luwuk, konsekuensinya harus siap digeledah. Entah itu pengunjung pria atau wanita. Mengapa begitu? Ya. Itu sudah bagian aturan dan ketentuan disana. Setiap giliran sipir bertugas, wajib menerapkan sistim penggeledahan isi tas pengunjung itu.
Sengaja aturan dibuat demikian, tujuannya agar tidak ada pengunjung berani masuk dengan mencoba menyelundupkan narkoba.
“Ya. Sekarang memang sudah diperketat begini pengawasannya,” kata Sugiyanto, Sipir Lapas Klas IIb Luwuk, Senin (14/3).
Sugiyanto menuturkan, selama ini Lapas kerap distreotipekan sebagai tempat transaksi narkoba. Padahal, pengawasan penjagaan sangatlah ketat. Hanya saja, kelemahannya yakni petugas sipir Lapas memeriksa dengan menggunakan cara manual. Sebab fasilitas pemeriksaan alat canggih berupa X-ray belum ada.
“Makanya kita agak kesulitan untuk mendeteksi jika barang haram itu disimpan di dalam celana pengunjung,”katanya, sembari menyungging senyuman.
Sugiyanto mengungkapkan, setiap ada tersangka baru yang tertangkap tangan polisi menggunakan Narkoba spontas berkelit dan mengarahkan jika ia memperoleh barang haram itu dari Lapas.
“Di satu sisi kita juga tidak bisa pungkiri, yang namanya Lapas biasanya selalu diisukan dengan negatif. Sehingga itu yang akan kita mau ubah,” ujarnya.
Olehnya itu, untuk mengantisipasi isu tersebut, sistim penjagaan ekstra di tempat para orang melawan hukum itu kemudian diberlakukan secara ketat. “Dan kami tidak pernah pilih kasih, mau siapapun itu pengunjungnya, jika dia sudah masuk ke sini, harus wajib digeledah,” pungkasnya. (*)

About uman