Home » Ekonomi » Instruksi Pemda Terganjal
Instruksi Pemda Terganjal
Herro

Instruksi Pemda Terganjal

LUWUK– Pemerintah daerah sudah melayangkan surat kepada KUPT Pasar Simpong,menata setiap lapak liar tak beraturan di pasar tradisional itu. Hanya saja, hingga kini instruksi tersebut belum direalisasikan, lantaran dikhawatirkan berdampak pada keamanan wilayah.
Kepala KUPT Pasar Simpong, Luwuk, Herro mengakui, pihaknya sudah mendapatkan perintah penertiban lapak dari pemerintah daerah Banggai. Namun itu belum dilakukannya.
“Karena sesuai himbauan dari pak Kapolres Banggai, dan mengingat situasi daerah belum kondusif pascapilkada, sehingga kami coba menangguhkannya,” jelasnya, Senin (14/2), di ruangannya, di KUPT Pasar Simpong.
Meski begitu, penataan lapak pasar tradisional sedang dalam tahap pendataan. Selain akan dilakukan rehabilitasi bangunan, saat ini pihaknya sudah melakukan pendataan ketiga kalinya terhadap para pedagang yang bakal menetap berjualan di lapak tersebut.
“Hanya pedagang yang menetap saja yang bakal menempatinya,” ucapnya.
Pedagang, lanjut Herro, kebanyakan tidak ingin berjualan di dalam pasar. Meski sebelumnya Ia sudah memberitahukannya.
“Alasannya karena mereka khawatir barang barang dagangannya tak laris, sepi pembeli,” terangnya.
Herro menambahkan, pedagang yang bakal menempati lapak itu disyaratkan harus ada SK lokasi.
“Jadi yang diprioritaskan dan boleh menetap berjualan di pasar hanya yang punya SK. Bagi yang tidak punya SK tentu tidak bisa. Dia harus berupaya dulu sampai dapat SK lokasi,” tutupnya.(ir)

About uman