Home » Berita Utama » Tak Berani Ambil Resiko sebaiknya Lepas Jabatan
Tak Berani Ambil Resiko  sebaiknya Lepas Jabatan
Martono Suling

Tak Berani Ambil Resiko sebaiknya Lepas Jabatan

LUWUK—Kinerja sejumlah pejabat yang kurang maksimal memimpin SKPD tidak saja menuai sorotan publik, namun bikin gemas koleganya. Terutama SKPD yang mendapatkan anggaran besar namun tak berani membelanjakan anggaran sebagaimana yang sudah ditetapkan dalam dokumen APBD.
Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Banggai, Martono Suling, yang diminta komentarnya mengatakan,  kepala SKPD sudah selayaknya berani mengambil resiko.“Iya memang. Menjadi kepala SKPD itu harus berani tanggung resiko, terburuk adalah penjara,” katanya.
Hal senada disampaikan Usman Suni, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Banggai. “Menjadi pimpinan itu memiliki resiko sendiri, jadi memang sudah selayaknya kalau harus berani mengambil resiko, kalau tidak ya diam diam saja, menjadi staf misalnya,” tuturnya.  Ulah pimpinan SKPD yang enggan mengambil resiko memang bikin rugi daerah. Anggaran miliaran rupiah terpaksa kembali ke kas daerah karena tak berhasil dibelanjakan sesuai dengan program dan kegiatan yang sudah ditetapkan bersama DPRD Kabupaten Banggai. Tahun 2015 lalu misalnya, dikabarkan sekira Rp 40-45 miliar anggaran pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak terserap.“Gara gara tak berani mengambil resiko, ya seperti itu, ada Rp 40 miliar lebih anggaran yang harus kembali ke pusat,” ungkap Martono.
Dalam catatan koran ini, saat itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dijabat oleh Sutrisno Warindo.  Anggaran yang tidak terserap lainnya terdapat di Bagian Pertanahan Setda Kabupaten Banggai. Akibatnya anggaran sekira Rp 20 miliar tak tersentuh untuk kepentingan pembangunan. Misalnya untuk pembebasan lahan bagi perluasan bandara yang tidak tuntas serta beberapa pembebasan lahan  yang tidak dilaksanakan. Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Banggai, Martono Suling, mengaku bukan tidak mengingatkan hal itu. Namun, kata dia, masih ada yang meletakkan ketakutan di depan dan berlindung dibalik teori, sehingga abai dengan tugasnya sebagai birokrat.“Takut itu lebih bersifat individu. Sementara pejabat bekerja untuk daerah. Jadi memang kalau tidak berani mengambil keputusan dan resiko akibat keputusan keputusan itu ya sebaiknya juga melepas segala atribut, meletakkan jabatan,” pungkasnya.  (ris)

About uman