Home » Banggai Laut » Pembebasan Lahan Bandara Mulai Dibincangkan
Pembebasan Lahan  Bandara Mulai  Dibincangkan
Hasmir L. Takasemo, SH

Pembebasan Lahan Bandara Mulai Dibincangkan

BANGGAI – Rencana pemerintah untuk membangun bandar udara Banggai Laut menjadi topik hangat dalam pembicaraan warga desa Kendek. Pembangunan bandara tersebut yang rencananya akan mengambil lokasi di sekitar Desa tersebut menyebabkan sebagian warga terutama yang merasa lahannya bakal terkena areal Bandara mulai berhitung.
Pada beberapa pembicaraan, sebagian besar warga Kendek mengaku tersanjung dan berbangga hati bahwa Desa mereka dipilih sebagai lokasi pembangunan bandara karena fasilitas ini dinilai bakal mampu mendorong peningkatan pendapatan dan lapangan Kerja baru bagi masyarakat setempat.
Kepala Desa Kendek, Hasmir L. Takasemo, SH yang ditemui wartawan di kediamannya, Minggu (13/3) mengatakan, adanya fasilitas Bandara diyakininya akan mendongkrak pamor dan keberadaan desanya di mata pemerintah Kabupaten dan Provinsi.
“Tentunya dengan itu kami berharap perhatian terkait pembangunan sektor-sektor penunjang lain dan usaha-usaha meningkatkan kualitas kesejahteraan penduduk menjadi lebih mudah didapatkan,” kata dia.
Di sisi lain, secara terbuka Hasmir mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perencanaan prestisius tersebut terutama ketika pembicaraan menyinggung masalah pembebasan lahan warga. Menurut Kades yang baru setahun menjabat ini, masalah tersebut akan menjadi sesuatu yang pelik karena sebagian besar wilayah yang terkena rencana areal pembangunan termasuk lahan produktif yang menjadi tumpuan perekonomian warga.
“Di situ lokasi perkebunan berupa Kelapa, Kakao dan Cengkeh. Ini yang perlu diperhatikan jika pemerintah hendak menghitung biaya pembebasan lahannya,” lanjut Hasmir.
Beredar kabar bahwa penetapan harga lahan Bandara akan dihitung berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sepertti yang tertera dalam dokumen pertanahan.
“Kami sudah bicarakan ini dan rata-rata warga berharap supaya pemerintah mengevaluasinya kembali,” tuturnya.
Menurut Hasmir, ada kesan warga akan menolak jika nilai pembebasan lahan disandarkan pada NJOP sebab pada hakikatnya hal itu dirasakan tidak sebanding dengan pengorbanan lahan perkebunan yang selama ini dirasakan telah memberi hasil cukup berarti terhadap pemenuhan kebutuhan hidup mereka.  “Warga tidak bermaksud menolak rencana pembangunan Bandara, hanya saja mereka berharap hal tersebut tidak berakibat kerugian yang terlalu besar dipihak mereka. Apa gunanya kemajuan fisik kalau pada akhirnya rakyat malah jadi menderita,” tutupnya. (Sbt)

About uman