Home » Politik » DPRD Kawal Kasus Pemukulan Memed
DPRD Kawal Kasus  Pemukulan Memed
Taufik Zumri Laumarang

DPRD Kawal Kasus Pemukulan Memed

LUWUK—Perbuatan tidak beretika diperlihatkan oleh salah seorang yang diduga adalah oknum polisi berinisial A. Bukannya membantu menjaga stabilitas keamanan, oknum tersebut justru membuat gaduh saat malam puncak pentupan Festival Teluk Lalong menyambut Gerhana Matahari Total (FTL GMT) setelah memukul salah seorang panitia, Armedi Laangi atau yang akrab disapa Memed.
Ketua Panitia FTL GMT dari Komisi III DPRD Banggai, Muh Djufri R Diko mengaku sangat menyesalkan tindakan tersebut. Berdasarkan keterangan Memed serta rekan panitia, Djufri menceritakan, kejadian bermula ditengah kesibukan panitia membersihkan areal kegiatan pascapenutupan fetival, Rabu (9/3) malam lalu. Tak lama kemudian A bersama lebih dari 5 orang rekannya mendekati panggung festival dan mempertanyakan mengapa musik dihentikan. Bahkan, politikus PAN ini mengaku melihat A mengangkat sejumlah kursi yang berada didepan panggung.
“Merespon itu, sebagai panitia Memed kemudian menegur A. Usai ditegur A langsung melayangkan pukulan ke bagian wajah Memed. Memed sempat melawan, tapi karena kalah jumlah Ia langsung menghindar. Kalau melihat gerak-geriknya serta diperkuat keterangan teman-teman panitia A dan rombongannya dibawah pengaruh alkohol,” jelas Djufri akhir pekan lalu.
Dikatakannya, FTL GMT adalah kegiatan kelembagaan DPRD Banggai. Karena itu, DPRD tegas dia, akan mengawal kasus tersebut hingga selesai.
“Tidak mungkin ada panitia kalau kegiatan ini tidak ada. Perbuatan ini tak bisa dibiarkan, harus diproses hukum. Makanya saya langsung meminta Memed melakukan fisum dan memasukan laporan ke Polres Banggai agar bisa ditindaklanjut,” tandasnya.
Insiden tersebut ternyata tak bisa diterima oleh rekan Memed sesama panitia. Anggota panitia lainnya, Taufik Zumri Laumarang meminta Kapolres Banggai tegas dalam menindaklanjuti kasus kekerasan tersebut.
“Kepada yang terhormat bapak Kapolres Banggai kami meminta untuk menindak tegas oknum polisi yang bersama kawan-kawannya memukul serta mengeroyok Memed,” pintahnya, Jumat (11/3).
Taufik menyayangkan ulah tidak menyenangkan itu. Polisi yang harusnya mengayomi masyarakat justru berbuat onar bak preman ditengah kegiatan resmi yang diselenggarakan DPRD Kabupaten Banggai.
“Untungnya saat itu sudah tidak ada wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung. Seandainya ada bisa-bisa para wisatawan trauma kembali menjajakan kaki di daerah ini. Sebab, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk menarik perhatian wisatawan dengan memperkenalkan sejumlah objek destinasi wisata di Kabupaten Banggai,” jelasnya.
Terpisah, Kapolres Banggai, Jamaludin Farti yang dimintai tanggapannya mengaku masih akan mencari tahu laporan masuk terkait kasus tersebut di institusi yang dipimpinnya.
“Ok, saya cek ya,” katanya singkat.
Diketahui, masalah tersebut menuai reaksi dari berbagai kalangan pemuda. Mereka mendesak Polres Banggai objektif dan secepatnya memproses kasus tersebut berdasarkan acuan perundang-undangan yang berlaku.(man)

About uman