Home » Metro Luwuk » Pulau Bidadari Tak Cantik Lagi
Pulau Bidadari Tak Cantik Lagi
Kondisi pulau wisata Tinalapu saat ini kondisinya tidak seindah dulu. Terumbu karang dan pasir putih sudah dipenuhi sampah sisa makanan. Nampak, keindahan bawah laut di pulau kecil nan indah itu.

Pulau Bidadari Tak Cantik Lagi

Pulau Tinalapu adalah pulau kecil yang dikenal dengan sebutan pulau Bidadari. Meski luasnya hanya separuh lapangan bola kaki, tapi mampu memberikan kepuasan bagi siapapun yang berwisata ke tempat persinggahan para nelayan di kecamatan Pagimana itu.

LAPORAN: ANTO, Luwuk Post

LAUTAN membiru dan jernih akan kita dapati ketika perahu yang ditumpangi merapat ke pulau yang membutuhkan waktu sejam dengan menggunakan speedboat dari pelabuhan Pagimana. Tempat dengan terumbu karang indah ini kini mulai tercemar karena tidak adanya perawatan dari pemerintah setempat. Parahnya, sejumlah wisatawan lokal yang bertandang pun bisa dikategorikan sebagai oknum yang ikut memperburuk kondisi pulau persinggahan para nelayan ini.
Kondisinya yang dahulu indah dan memperlihatkan terumbu karang nan eksotik itu kini terancam tercemar, karena banyaknya sampah dan limbah makanan dari para wisatawan lokal. Tidak adanya kepedulian juga ikut mempengaruhi pemandangan pasir putih yang terhampar di pulau kecil itu. Warga setempat bahkan mengeluhkan adanya pembangunan pondok kecil ditengah pulau, sebab menurut mereka dengan adanya bangunan sederhana itu membuat pulau Bidadari tak lagi seindah dulu. “Tidak natural,” kata warga yang sempat ditemui belum lama ini.
Pulau kecil dengan hamparan pasir dan pemandangan terumbu karang itu merupakan tempat istirahat para nelayan yang kecapekan usai melaut. Banyak nelayan mampir untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke rumah mereka di ibu kota kecamatan Pagimana. Pemandangan bak berada di aquarium itu kini terancam sirna dengan banyaknya sampah. Terlebih, ketika ada wisatawan lokal yang memilih untuk berlibur dan tinggal beberapa hari di lokasi itu. Sampah dari makanan kaleng dan pelastik tidak dibawa pulang, melainkan dibiarkan berserakan, hingga mencemari pulau kecil yang menjadi kebanggaan masayarakat setempat.
“Ini sejatinya tidak boleh ditinggali, warga bisa datang dan berwisata tapi harus menjaga kebersihan lingkungan. Saya kira pemerintah juga harus memperhatikan pulau itu. Jangan ijinkan warga untuk menginap, karena itu bisa merusak alamia pulau bidadari,” kata Iksan Suling, salah satu pemerhati lingkungan kabupaten Banggai.
Iksan menjelaskan saat ini kondisi pulau itu mulai terkontaminasi oleh zat-zat kimia sisa makanan pengunjung.  Kebersihan dan keindahan pasir yang dahulu terlihat dan mampu memberikan kenyamanan, kini berganti tumpukan sampah. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat segera mengambil sikap untuk pengelolaan pulau kecil di lautan Pagimana. Terumbu karang yang berjejer rapi-pun mulai terkoyak oleh tangan-tangan jahil yang datang.
Ipin, salah satu warga mengungkapkan sejatinya pulau Tinalapu pada momentum gerhana matahari 9 Maret 2016 kemarin menjadi tujuan wisata sejumlah turis, tapi kemudian batal. Karena mereka mendapatkan kabar bahwa kondisi pulau sudah tak seindah dulu. “Mereka membatalkan, karena saat ini pulau Tinalapu sudah kotor dengan sampah sisa makanan,” kesalnya.
Warga dan pemerhati lingkunga berharap ada reaksi dari pemerintah untuk mempertahankan ekosistem laut di pulau Bidadari dan pengelolaannya juga dilakukan dengan baik, sehingga kondisi pulau tetap terjaga dan mampu menjadi salah satu destinasi wisata lokal yang indah.(*)

About uman