Home » Berita Utama » Diplomat AS Temui Dirut Luwuk Post
Diplomat AS Temui Dirut Luwuk Post
Sebelum meninggalkan Luwuk, Jumat (11/3), Diplomat Amerika Serikat pada Konjen AS di Surabaya, Brandon C Possin, yang didampingi Spesialis Politik dan Ekonomi Tatik Saadati Hafidz, melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Luwuk Post, Herdiyanto Yusuf, di Hotel Estrella.

Diplomat AS Temui Dirut Luwuk Post

LUWUK—Kepala Bagian Politik dan Ekonomi pada Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Brandon C Possin,  berharap pihaknya dapat membantu daerah ini dalam hal penataan kota.
Hal itu dikatakannya saat ditemui usai melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Luwuk Post, Herdiyanto Jusuf, di Hotel Estrella, Jum’at (11/3).
Sebagai kota yang dekat dengan pesisir pantai, pihaknya akan berupaya membantu penataan kota, sehingga kota Luwuk akan menjadi kota yang bersih dan nyaman.
Amerika Serikat menaruh perhatian besar terhadap kebersihan kota, terutama yang terkait dengan kebersihan pesisir pantai. “Kami akan berupaya mendorong dan membantu kegiatan yang meningkatkan mutu air, terutama membersihkan laut dari sampah. Kita akan cari solusi untuk mencegah sampah di laut,” katanya.
Sama seperti sehari sebelumnya saat melakukan pertemuan dengan Bupati Banggai, Sofhian Mile, Brandon yang didampingi Tatik Saadati Hafidz, Spesialis Politik dan Ekonomi pada Konjen AS di Surabaya, mendapatkan penjelasan dan gambaran mengenai Kabupaten Banggai dari Direktur Utama Luwuk Post, Herdiyanto Yusuf. Dalam hal penataan kota menjadi kota yang bersih, misalnya, Brandon menyimak dengan bersungguh bahwa ada kepedulian dari para pemuda di daerah ini terhadap kebersihan kota. Terutama kebersihan ikon kota Luwuk, teluk lalong yang kini menjadi muara bagi sampah sampah rumah tangga.
Namun, upaya mensterilkan teluk lalong dari sampah tersebut belum menyeluruh dari hulu ke hilir, sehingga upaya upaya yang dilakukan dengan modal kepedulian itu menjadi serupa menggarami laut. “Kami Amerika akan berupaya dan mendorong agar kota yang indah ini tidak menjadi kota sampah,” tuturnya kepada wartawan koran ini.
Brandon menaruh harapan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Banggai, menjadikan daerah ini sebagai wilayah yang peduli terhadap lingkungan dan mengelola laut dengan baik. Ia menyatakan keprihatinannya dengan praktek pengeboman ikan yang masih marak. Menurutnya, cara-cara mendapatkan hasil tangkapan ikan dengan cara seperti itu sangat merusak lingkungan. “Pengeboman ikan memiliki daya rusak lingkungan yang sangat besar, hanya untuk keuntungan sehari, namun butuh tiga puluh tahun untuk memulihkan terumbu karang yang rusak,” tuturnya.
Karena itu, kata dia, fokus kerjasama yang nantinya digagas Amerika Serikat dengan Kabupaten Banggai adalah mendorong kelestarian kelestarian lingkungan laut tersebut.
Didampingi Tatik, Ia mengatakan, upaya mendorong perlindungan terhadap lingkungan tersebut akan disesuaikan dengan program program Amerika Serikat dalam hal konservasi lingkungan laut. Bisa saja, upaya mendorong pelestarian lingkungan itu dalam hal workshop, berbagi pengalaman, dan bisa saja berbagi teknologi. “Upaya upaya membenahi kota, mengamankan ekosistem laut dalam bentuk workshop, berbagi pengalaman dan teknologi kalau ada bisa dilakukan ke depan,” tambah Tatik.
Sebagaimana harapannya kepada Bupati Banggai, Sofhian Mile, Brandon berharap kunjungannya ke Kabupaten Banggai ini akan berlanjut dengan pertemuan pertemuan berikutnya dalam bentuk studi banding yang diharapkan menjadi awal bagi langkah langkah konkret kerjasama di masa mendatang. Brandon, Diplomat AS yang sudah malang melintang di berbagai negara dan sejumlah daerah di wilayah Konjen AS di Surabaya ini, berharap dari blusukan diplomatik hingga ke daerah tingkat dua itu, pihaknya mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai daerah untuk kemudian berupaya membantu dan mendorong daerah daerah tersebut berkembang dan maju, menjadi kota kota yang nyaman dengan demokrasi yang kuat.
Dalam merealisasikan kerjasama dengan pemerintah daerah, Ia mengakui upaya Amerika Serikat bukan tanpa tantangan. Kadang kadang bupati kurang spesifik dalam program. Terkadang saat hendak membangun kerjasama, pihaknya kurang disokong oleh pendanaan. “Karena itu kami akan senang jika upaya ini mendorong yang sudah ada,” tuturnya. (ris)

About uman