Home » Politik » Hasrin Bela Muliyadi
Hasrin Bela Muliyadi
Ketua forum perjuangan Sultim, Hasrin Rahim di dampingi Basri Sono saat memaparkan terkait peta wilayah Sultim.

Hasrin Bela Muliyadi

LUWUK—Perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Sulawesi Timur (DOB Sultim) tak henti menuai kontroversi. Setelah persoalan rekomendasi DPRD Sulteng, kini giliran kehadiran staf ahli DPR RI, Muhammad Muliyadi yang menuai pertanyaam. Segelintir pihak menilai, kapasitas Muliyadi tak begitu kuat menggebrak realisasi perjuangan Sultim.
Ketua Forum Perjuangan Percepatan Pembentukan DOB Sultim, Hasrin Rahim menganggap, hanya kaum sesat yang berpersepsi demikian. Ditegaskannya, dalam perjuangan Sultim Muliyadi telah memperlihatkan kerja nyata. Buktinya, Sultim yang awalnya bertengger pada urutan 200 lebih  dalam daftar daerah yang mengusulkan DOB, berkat Muliyadi naik hingga urutan ke 9.
Lebih lanjut jelas Hasrin, Muliyadi bukan hanya staf ahli DPR RI, lebih dari pada itu dia merupakan akademisi yang bisa membantu memberikan pertimbangan dalam kajian strategis DOB Sultim. Melalui kunjungannya di kota Luwuk awal pekan ini, Muliyadi kata Hasrin, telah mengantongi sejumlah item sebagai objek vital yang dimiliki daerah wilayah cakupan Sultim. Tidak menutup kemungkinan apa yang telah diketahui Muliyadi menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk mendorong realisasi Sultim.
“Berkat Muliyadi pula beberapa waktu lalu Sultim akhirnya di undang audiens oleh Komisi II DPR RI. Dalam waktu dekat, Sultim akan kembali melaksanakan rapat di DPD RI. Semua itu tidak terlepas dari kerja-kerja Muliyadi,” tegas Hasrin, Jumat (4/3).
Terkait pertemuan di DPD RI, Hasrin menyorot salah satu senator, Nurmawati Bantilan. Menurut dia, Nurmawati mencoba melakukan gerakan yang terkesan ingin menghambat perjuangan Sultim.
“Sebagai wakil rakyat asal dapil Sulteng harusnya beliau mendukung kami, bukan malah menuding yang tidak-tidak. Nurmawati menganggap saya telah melanggar kode etik, maksudnya apa itu, dari mana sehingga lahir pandangan itu. Saya rasa Nurmawati hanya mengedepankan egosentris saja,” tuding Hasrin.
Diakuinya, perjuangan Sultim memiliki banyak lika-liku. Namun, itu bukan menjadi hambatan, sebab tak dapat dihindari riak dibalik perjuangan pasti ada. Yang saat ini harus dilakukan adalah, bagaimana caranya untuk bersama-sama menegakan perjuangan agar Sultim segera terbentuk.
“Bukan selalu saling hujat atau menyalahkan. Beri kami dorongan dan rasa optimistis itu sebagai penyemangat perjuangan. Kami tidak meminta apa-apa, buktinya selama ini kami mengeluarkan duit pribadi dalam berjuang,” pungkasnya.(man)

About uman