Home » Metro Luwuk » Puskesmas Toili II Butuh Ambulance
Puskesmas Toili II Butuh Ambulance
Salah satu armada ambulance Puskesmas Toili II yang menjadi andalan ketika ada pasien yang hendak dirujuk ke BRSUD Luwuk. Kondisinya yang mulai termakan usia membuat pengelola membutuhkan tambahan armada baru, seperti terlihat, Senin (29/2).

Puskesmas Toili II Butuh Ambulance

TOILI-Menjadi pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang tak pernah sepi dari pasien, membuat Puskesmas Toili II membutuhkan tambahan ambulance dengan kualitas layak pakai. Kepala Puskesmas Toili II, Sutanyo mengungkapkan ada dua ambulance yang ada saat ini tengah digunakan di tempatnya bekerja, satu digunakan untuk operasionalnya, sementara satunya lagi digunakan untuk rujukan pasien. Namun, kondisi kedua ambulance itu sudah usang. Terlebih, tingkat perawatan pasien di puskesmas cukup tinggi. Sehingga, kebutuhan akan mobil rujukan pasien sangat perlu.
“Ada sepuluh kamar di sini (puskesmas Toili II_red), setiap hari selalu full. Bahkan, sehari rata-rata kita bisa rujuk dua pasien ke BRSUD Luwuk,” ungkap Sutanyo, Senin (29/2).
Penyebab fullnya ruang rawat inap di puskesmas itu, menurut Sutanyo, karena sejumlah pustu yang tersebar di desa-desa selalu merujuk pasien persalinan ke fasilitas kesehatan yang dipimpinnya itu. Bahkan, pasien rawat inap dari puskesmas Toili I dan III, sebelum dirujuk ke BRSUD Luwuk juga dimampirkan dulu ke Puskesmas Toili II. “Ini juga yang kadang buat saya heran, tapi memang teman-teman dari dua puskesmas itu mungkin berfikir puskesmas ini lebih baik, sehingga pasiennya selalu dimampirkan kesini. Nanti setelah kita rawat dan kita lihat kondisinya tidak memungkinkan atau saat masuk diperiksa dokter dan memang harus dirujuk barulah mereka berangkatkan ke BRSUD Luwuk,” jelasnya.
Disisi lain, sejumlah pasien juga betah berlama-lama di puskesmas Toili II ketimbang harus dirujuk ke BRSUD Luwuk. Hal inilah yang kemudian membuat ruang rawat inap tak pernah sepi pasien. “Kalau kita mau rujuk, mereka selalu beralasan disini saja. Karena dekat dengan keluarga, kalau di rumah sakit malah tidak ada yang jaga nanti. Sebenarnya alasan klasik sih, tapi itulah kondisinya,” tutur Sutanyo lagi.
Melihat kondisi ambulance yang ada, Sutanyo berharap pemerintah daerah melalui dinas kesehatan bisa berbesar hati untuk menambah kendaraan ambulance yang ada. Sehingga, selain armada rujukan, puskesmas juga punya ambulance pengangkut jenazah.(van)

About uman