Home » Metro Luwuk » Polisi Bekuk Residivis Curanmor
Polisi Bekuk Residivis Curanmor
Tiga tahanan Polres Banggai dalam kasus curanmor didampingi KBO Reskrim Polres Banggai, Iptu Ricky Neygersan Lado Sik, dan sejumlah anggota penyidik.

Polisi Bekuk Residivis Curanmor

LUWUK– Kepolisian resor Banggai berhasil menangkap tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yakni YS, RK dan KL. Dari ketiganya, dua diantaranya merupakan residivis yang pernah ditangkap oleh sejumlah anggota buser Polres Banggai.
KBO Satreskrim Polres Banggai, Iptu Ricky Neygersan Lado Sik, mengatakan, penangkapan tiga orang pelaku curanmor dilakukan di tempat berbeda.  “YS, residivis lima kali pencurian sepeda motor yang berhasil ditangkap di Kecamatan Ampana, RK residivis tiga kali dalam kasus serupa yang ditangkap di Kompleks Permai Kelurahan Keraton, dan KL residivis satu kali kasus pencurian laptop dan ia ditangkap di Kelurahan Simpong,” ungkap Ricky, saat konfrensi pers di Mapolres Banggai, Selasa (1/2).
Dalam penangkapan pelaku, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa tiga unit kendaraan bermotor, kunci T dan beberapa butir jenis obat THD. “Dan jumlah barang bukti yang ada saat ini sudah ada tujuh unit,” beber Ricky.
Menurut Recky, dalam menjalankan aksinya, pelaku sebelumnya telah melakukan pemantauan di sejumlah lokasi tertentu. Selain itu, pelaku juga mengetahui titik kelengahan korbannya saat memarkir kendaraannya.
“Bahkan, kebanyakan pelaku melakukan aksinya di waktu shubuh, di tempat parkir, di pusat pertokoan dan perbelanjaan, termasuk tempat tempat lainnya,” tuturnya.
Kasat Reskrim Polres Banggai, Karel A Paeh menyatakan, hasil curanmor tersebut sebagian sudah ada yang dijual. Kebanyakan tempat penjualannya di Taliabo dan Pagimana.
“Tapi sekarang kami dalam tahap pengembangan untuk penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Meski begitu, Karel mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada dan berhati hati dalam menaruh kendaraannya.
“Dalam hal menyimpan, memarkir kendaraan,harus  benar benar sudah dalam keadaan aman dan terjaga. Sehingga niat dan kesempatan pelaku tidak bakal terlaksana,” imbuhnya.
Karel menegaskan, ketiga pelaku akan dikenakan pasal 367 KUHP dengan ancaman penjara di atas lima hingga enam tahun.
“Intinya, kita tetap tegas dalam hal aturan,” tukas Karel. (ir)

About uman