Home » Torang p Sekolah » Makin Banyak yang Peduli Pendidikan
Makin Banyak yang Peduli Pendidikan
Anak anak yang tinggal di sekitar Ruang Terbuka Hijau Teluk Lalong sedang asik membaca bersama mahasiswa yang tergabung dalam Jelata Membaca.

Makin Banyak yang Peduli Pendidikan

Pendidikan di Kabupaten Banggai masih jauh dari kata maju. Anggaran besar belum sebanding dengan implementasi di lapangan yang, ala kadarnya. Namun masyarakat Kabupaten Banggai tidak lantas berpangku tangan melihat fenomena yang mengiris batin. Satu persatu masyarakat mulai sadar akan pentingnya pendidikan dengan mendirikan komunitas yang peduli akan pendidikan.

Laporan, Rizka Chaniago / Luwuk Post

MASYARAKAT yang peduli pendidikan makin banyak di Kabupaten Banggai, khususnya kota Luwuk. Tidak perlu bergantung dengan birokrasi yang sulit “disentuh”. Hanya berdasarkan kepedulian akan nasib pendidikan yang kian terabaikan, mereka mulai berkumpul menyamakan persepsi, kemudian membentuk komunitas peduli dan membuat kegiatan positif yang berlatar belakang pendidikan.
Aksi nyata itu dilakukan Panyala Banggai dan Relawan Oke yang kerap berkolaborasi untuk kegiatan pendidikan. Seperti mendirikan perpustakaan di daerah pelosok  desa yang tak terjamah tangan pemerintah. Bahkan, menyempatkan waktu untuk mengajar di salah satu rumah baca yang mereka dirikan.
Selain itu, komunitas literasi juga mulai memperlihatkan wajahnya untuk menyediakan wadah membaca. Seperti Komunitas Minggu Membaca dan Jelata membaca yang hampir setiap hari akhir pekan (Minggu,red) meluangkan  waktu untuk menjajakan koleksi buku mereka untuk dibaca oleh masyarakat umum. Buku yang mereka dapatkan berasal dari sumbangan atau koleksi pribadi.
Uniknya, hampir setiap bulan, pasti ada update buku terbaru, lebih lebih mengalahkan update buku yang disediakan perpustakaan setempat. Kerap kali mahasiswa yang tergabung dalam Jelata Membaca membantu mengajari membaca anak anak yang tinggal di Ruang Terbuka Hijau Teluk Lalong, tempat biasa anak-anak tersebut mangkal setiap akhir pekan.
Seorang akademisi Univeristas Tompotika Luwuk Isnanto Bidja, dengan tenang mengatakan peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk sama sama membangun pendidikan. Tidak perlu bergantung dengan pemerintah yang pengelolanya masih diliputi kabut Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). “Kita sebagai masyarakat yang tidak dibatasi oleh dinding pembatas, mungkin bisa mendobrak kebiasaan yang ada. Untuk sama sama membangun pendidikan di Kabupaten Banggai ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
Hingga kini mereka masih eksis untuk terus mengulurkan tangan membangun wajah baru pendidikan di Kabupaten Banggai. Mengetuk hati banyak orang untuk sama sama peduli dengan pendidikan yang ada di Kabupaten Banggai. Karena perlu diketahui, pendidikan bukan hanya untuk mereka yang berduit atau yang tinggal di perkotaan. Melainkan untuk semua anak bangsa tanpa dibatasi ruang dan strata sosial. (*)

About uman