Home » Kampus » Mahasiswa Tuding Kesalahan WR III
Mahasiswa Tuding  Kesalahan WR III
Salim Hatibi

Mahasiswa Tuding Kesalahan WR III

LUWUK-Kongres mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk yang sempat deadlock dan tidak menemukan titik temu beberapa waktu lalu, membuat Wakil Rektor (WR) III, Abd. Ukas, mengambil alih kongres mahasiswa tersebut dengan melakukan musyawarah luar biasa, yang disepakati oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) fakultas, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unismuh. Namun, beberapa mahasiswa menilai, pengambilalihan kongres tersebut hinggga melakukan musyawarah luar  biasa adalah tindakan yang salah. Apa lagi, WR III sendiri yang memimpin musyawarah luar biasa tersebut.
Menurut salah satu mahasiswa Unismuh semester akhir, Salim Hatibi, kongres mahasiswa adalah kegiatan mahasiswa, dan bukan kegiatan WR III.”Dapat dipastikan, musyawarah luar biasa adalah kesalahan yang dilakukan oleh WR III, meskipun tindakannya itu untuk menyelamatkan BEM dan BLM Unismuh,” ungkapnya, Selasa (2/3).
Dalam hal ini, WR III seharusnya bisa menengahi persoalan yang ada dalam kongres, dan memberikan penjelasan sampai peserta kongres benar-benar paham dan mau menerima kehadiran komisariat IMM.”Keberadaan IMM dalam kongres kan sudah diatur dalam pedoman Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Dan itulah yang harus dijelaskan oleh WR III kepada peserta kongres,” pungkasnya.
Polemik yang terjadi dalam kongres mahasiswa tersebut serupa dengan yang terjadi dalam kongres mahasiswa Unismuh tahun 2013-2014. Namun, Agung Djibran, yang menjabat sebagai WR III Unismuh saat itu, mampu untuk menengahi persoalan yang ada ketika kongres. Sehingga, mahasiswa dapat melanjutkan kongres sampai dengan pembacaan tata tertib dan keputusan. Terkait persoalan itu, Salim yang juga merupakan salah satu anggota IMM meminta agar keputusan hasil musyawaran luar biasa dibatalkan. Sehingga, mahasiswa dapat melakukan kongres kembali, dan mendapatkan keputusan yang benar-benar dari mahasiswa Unismuh sendiri.”Seharusnya memang seperti itu. Polemik yang terjadi di kongres merupakan sebuah dinamika dalam organisasi, dan itu selalu terjadi di setiap kongres apa pun,” tutupnya. (tr-35)

About uman