Home » Politik » Krisis Air Melanda Sejumlah Wilayah
Krisis Air Melanda  Sejumlah Wilayah
Krisis air bersih yang melanda daerah ini membuat warga terpaksa mengambil air dengan menggunakan jeriken.

Krisis Air Melanda Sejumlah Wilayah

LUWUK—Krisis air bersih melanda sejumlah desa di Kemamatan Bualemo, salah satu diantanya terjadi di Desa Lembah Tompotika. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banggai yang belum lama ini melakukan reses di wilayah itu menyampaikan, salah satu faktor penyebab krisis air bersih akibat terbakarnya pipa jaringan.
“Pada musim kemarau tahun 2015 lalu kebakaran lahan ikut menghanguskan pipa jaringan air,” kata Masnawati, Selasa (1/3).
Pasalnya kata dia, pembangunan instalasi jaringan air tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Kepada dirinya masyarakat melaporkan pipa yang seharusnya di tanam hanya dibiarkan tergelatk di atas permukaan tanah sehingga dengan mudahnya terlalap si jago merah.
“Atas kondisi tersebut kini masyarakat di desa itu kesulitan mendapatkan air. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, setiap harinya warga hanya mengandalkan keberadaan sumur bor yang jumlahnya terbatas,” jelas aleg asal Fraksi-Gerindra ini.
Ditambahkannya, pembangunan instlasi jaringan air di desa tersebut merupakan program APBD II tahun 2015 dengan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar.
Lain halnya yang terjadi di Kecamatan Masama. Anggota Komisi II DPRD Banggai, Muhtar Dari menyampaikan, yang menjadi keluhan masyarakat di wilayah itu ketika reses adalah minimnya pasokan air untuk persawahan.
“Kalau air bersih untuk kebutuhan rumah tangga Masama tidak ada masalah. Yang dikeluhkan warga hanyalah kebutuhan air untuk sawah mereka akibat kekeringan karena musim kemarau tahun 2015 lalu,” jelas Haji Baba –sapaan akrab politikus Gerindra ini-, Selasa (1/3).
Meski begitu, menurut dia, persoalan tersebut tidak begitu serius, sebab saat ini telah memasuki musim penghujan. Dengan begitu Ia yakin perlahan sawah milik warga akan kembali teraliri air untuk bisa melanjutkan bercocok tanam.(man)

About uman