Home » Berita Utama » Protes Naker, Warga Tahan Mobil Perusahaan
Protes Naker, Warga  Tahan Mobil  Perusahaan
Sejumlah mobil operasional perusahaan parker di jalan nasional karena sweeping masyarakat kelurahan Mondonun, Kecamatan Kintom, Senin (1/2).

Protes Naker, Warga Tahan Mobil Perusahaan

KINTOM-Puluhan kendaraan operasional perusahaan yang ada di kecamatan Batui, Senin (1/2) kemarin tertahan di Kelurahan Mondonun, Kecamatan Kintom.
Warga setempat melakukan aksi sweeping kendaraan perusahaan karena kecewa dengan PT Rekayasa Industri (Rekind) yang tidak memberikan peluang kerja kepada tenaga kerja asal Mondonun.
Parlan, salah satu dari 10 orang yang menjadi inisiator aksi damai itu mengungkapkan aksi yang mereka lakukan untuk mempertanyakan sikap perusahaan yang dinilai diskriminatif terhadap tenaga kerja asal Mondonun.
Pasalnya, pasca pertemuan belum lama ini, perusahaan menjanjikan akan memberikan peluang itu. Namun, kenyataannya berbeda. Tidak ada warga Mondonun dalam daftar yang diterima, malah Kintom dan Nambo menurutnya telah mendapatkan jatah pekerja. “Ya, baru torang bagaimana? Kintom sudah, baru Nambo juga. Sementara kita cuma dilewat akan,” keluhnya ketika ditemui di lokasi. Aksi tersebut akan terus berlanjut selama pihak perusahaan belum menyahuti tuntutan mereka. Meski melakukan penutupan separuh badan jalan, Parlan menegaskan tidak ada aksi anarkisme. Mereka murni hanya menuntut pemerataan perekrutan karyawan. “Kita juga paham, ini bukan aksi anarkis. Kita hanya ingin ada pertemuan lagi dengan perusahaan dan diperjelas berapa orang yang bisa direkrut,” tandasnya.
Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, aksi ini menindaklanjuti pertemuan yang dilakukan pihak kecamatan dengan PT. Rekind pada tanggal 20 Januari lalu. Pertemuan tersebut menyepakati bahwa, Kecamatan Batui, Kintom dan Nambo adalah ring satu dalam perekrutan Naker lokal. Namun, hingga 31 Januari, tidak ada warga Mondonun yang direkrut. Puncak kemarahan warga pun kembali muncul, ketika data Naker yang direkrut tidak melibatkan warga Mondonun.
Lurah Mondonun, Kaprawi Bidullah saat ditemui Luwuk Post menyatakan, saat melakukan demonstrasi, pihaknya tidak tahu menahu, karena tidak ada informasi dari warga. “Awalnya saya tidak tahu, nanti saya ditelepon baru tahu bahwa ada blokade jalan. Warga yang melakukan aksi hanya sekira sepuluh orang saja,” ungkapnya.
Kata Kaprawi, yang pendemo inginkan adalah pemerataan. Karena warga saat warga melakukan pengecekan PT. Rekind, warga Mondonun tidak dilibatkan. Namun, pada saat pertemuan tanggal 20 Januari lalu, PT. Rekind akan mengakomodir warga sebagai Naker, tapi harus bertahap. “Aksi ini hanya tidak sabar saja, warga Mondonun pasti akan diakomodir menjadi naker di perusahaan tersebut,” tuturnya.
Ditanya soal hasil negosiasi dengan pihak PT. Rekind, pihaknya belum tahu secara pasti. Karena perwakilan pendemo masih sementara melakukan negosiasi. “Mereka (pendemo,red) masih ada di perusahaan. Nanti mereka pulang baru kami tahu apa hasilnya,” tutup Kaprawi.
Blokade tersebut mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang. Blokade berhasil dibuka ketika Kapolsek serta Danramil Kintom menfasilitasi warga untuk bertemu dengan pihak PT. Rekind sekira pukul 12.00 Wita. (van/awi)

About uman