Home » Berita Utama » Layani Luwuk, Garuda Resmi Gunakan Bombardier
Layani Luwuk, Garuda Resmi  Gunakan Bombardier
Mulai Senin (1/2) kemarin, Garuda menggunakan pesawat bombardier melayani rute Makassar –Luwuk.

Layani Luwuk, Garuda Resmi Gunakan Bombardier

LUWUK—Mengesankan. Dengan ekor yang memunggungi laut, penerbangan perdana Garuda dengan pesawat bombardier benar benar tepat waktu. Dua orang petugas bandara mengeluarkan ganjal roda pesawat sekira pukul 1.37 wita Senin (1/2). Tak lama setelah block off, pesawat pun bergerak menuju ujung landasan untuk bersiap terbang.
Penerbangan perdana Garuda menggunakan pesawat jet bombardier CRJ1000 NextGen mendapatkan sambutan hangat dari pemerintah Kabupaten Banggai. Bupati Banggai, Sofhian Mile, menyambut dua pilot Garuda di ruang VIP lama Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk pukul 13.00 Wita, sekira 20 menit setelah pesawat buatan Kanada tersebut mendarat mulus di Bandara Syukuran Aminuddin Amir, pukul 12.40 Wita.
Pesawat tersebut menggantikan pesawat lama tipe propeller (baling–baling) yang melayani rute Luwuk–Makassar sejak 2 Juli 2014 silam.
Bupati Banggai, Sofhian Mile, tak menyembunyikan kebanggaannya saat menyambut kedatangan pesawat tersebut. Ia menyalami dua orang pilot–kapten Octo Hidayat dan First Officer (FO) Andi Leo Fitrianto-serta seorang pramugari dengan hangat.
Dalam sambutannya Bupati Sofhian Mile, menyatakan,  kebanggaan dan kesyukuran atas penerbangan perdana pesawat Garuda bombardier itu. “Ini merupakan satu pertanda bahwa perputaran ekonomi dan permintaan pasar atas jasa penerbangan ini begitu besar, semoga ini akan terus berkembang ke depan,” tuturnya.
Bupati mengatakan, pemerintah daerah selalu berusaha mengembangkan bandara syukuran Aminudin Amir menjadi bandara yang diperhitungkan di Indonesia. Keseriusan Bupati Banggai itu dapat dilihat saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo meresmikan beberapa mega proyek PT Pertamina 2 Agustus 2015 silam. Kepada Presiden, Bupati secara khusus meminta pengembangan bandara Syukuran Aminuddin, baik itu penambahan panjang landasan pacu, pelebaran bandaran maupun pemenuhan infrastruktur pendukung lainnya. Hasilnya, hanya berselang sebulan, permintaannya yang disahuti Presiden itu ditindaklanjuti dengan kunjungan Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan yang kemudian melahirkan kesepakatan tentang pembangunan infrastruktur bandara yang diprioritaskan. Antaranya penambahan landasan pacu dan pemenuhan fasilitas penumpang.
Maskapai bintang lima satu-satunya di Indonesia itu, memang sangat akrab dengan Sofhian Mile. Saat masih duduk di Parlemen Senayan tahun 2000 sampai 2007 silam, Sofhian Mile termasuk Ketua Komisi di DPR RI yang meninjau kembali struktur hutang Garuda yang hampir Rp 2 triliun. Dibawah Emir Satar, maskapai milik negara itu berhasil pulih sehingga menjadi lima maskapai terbaik di dunia. Karena itu, bagi Sofhian, menjadi kesyukuran maskapai Garuda turut melayani masyarakat Kota Luwuk dengan salah satu tipe pesawat terbaiknya.“Semoga maskapai dengan penerbangan tepat waktu dan kru terbaik ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Banggai maupun masyarakat dari luar daerah yang ingin mengunjungi Luwuk, dan  semoga aspek pelayanan terus ditingkatkan,” tuturnya.
Sebelumnya, General Manager Garuda Indonesia Cabang Luwuk, I Made Supertama, mengatakan, pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen adalah pesawat canggih, aman dan nyaman. Kata dia, kehadiran Garuda Bombardier untuk menyahuti keinginan warga yang ingin layanan terbang lebih cepat. Berbeda dengan pesawat Garuda tipe propeller dengan waktu tempuh 1,5 jam Luwuk–Makassar, terbang dengan Garuda bombardier hanya sekira sejam.  (ris)

About uman