Home » Berita Utama » Ketahuan Nyolong, ABG Ini Nyaris Diamuk Massa
Ketahuan Nyolong,  ABG Ini Nyaris  Diamuk Massa
Laki, 19, warga desa Singkoyo saat diamankan polisi di sel tahanan Polsek Toili. Ia nyaris diamuk massa usai tertangkap mencuri handphone, Senin (1/2) di desa Marga Kencana, Toili.

Ketahuan Nyolong, ABG Ini Nyaris Diamuk Massa

TOILI-Namanya adalah jiwa yang didambakan setiap pria, tapi kelakuannya jauh dari itu. Dia adalah Laki, 19, warga desa Singkoyo, kecamatan Toili. Pria yang kerap dicurigai melakukan aksi pencurian itu, Senin (1/2) sekira pukul 11.40 Wita dikejar warga karena ketahuan mengambil barang orang lain. Saat tertangkap warga dan diserahkan ke polisi, Laki tak bisa mengelak dan mengakui semuanya.
Ia mengaku mengambil sebuah handphone merk Nokia milik anak Om Osa, warga Marga Kencana, Toili. Sebelumnya, pria tamatan sekolah dasar itu juga mengakui mengambil handphone jenis ipad milik tetangga om Osa. Saat diperiksa polisi, Laki mengaku uang tersebut bakal digunakan untuk keperluan bayar mobil ke desa Siliti, Morowali Utara. Ia mengaku sebagai anak desa seberang, namun saat sejumlah warga datang, Laki tak bisa berkutik. Ia ketahuan bohong, dan mengakui jika dirinya adalah warga Singkoyo. Sejumlah warga menyebut bahwa pria ini sering dicurigai terlibat dalam beberapa aksi pencurian. Namun, baru kali ini kecurigaan itu ditindaklanjuti dengan laporan polisi.
Rahman Simbahok alias Om Osa saat membuat laporan mengungkapkan Laki memang dua hari terakhir kerap berada di rumahnya. Ia mengaku ke istri om Osa bahwa tengah bersekolah. Merasa iba terhadap anak sekolah yang jauh dari kampung halaman, istri om Osa memberikan makan. Bahkan, remaja ini bebas keluar masuk rumah, tanpa ada sedikitpun rasa curiga dari pemilik rumah. Pagi hari, Ia masuk ke dapur. Di tempat itu, sebuah handphone tengah di cas. beberapa saat kemudian Ia keluar dari dapur dan langsung berlari. Om Osa tidak curiga. Namun, setelah anaknya menanyakan dimana handphone yang tengah dicas itu, mereka baru sadar. Pengejaran pun dilakukan, hingga Laki ditemukan di terminal tengah makan bakso. Melihat om Osa, Laki langsung berlari tanpa membayar makanannya. Beberapa tukang ojek dan sopir yang tengah menanti penumpang langsung mengejar, hingga Ia terkepung di sawah dan menyerahkan diri. “Sudah dianggap sama dengan orang rumah, eh tahu tahu dia malah mencuri, kalau cuma butuh uang rokok mestinya ngomong gak usah begitu,” semprot Om Osa kepada Laki saat tiba di Polsek Toili, sekira pukul 13.00 Wita. Ketika ditanya dimana handphone hasil curian disimpan? Laki mengaku sudah terjual. Ia menjual sebuah handphone nokia dengan harga Rp100 ribu. Tapi untuk handphone lainnya, Laki belum menjelaskan secara rinci. Sebab, jawaban yang diberikan masih tidak menentu. Atas laporan itu, kini Laki menginap di sel tahanan Polsek Toili.(van)

About uman