Home » Berita Utama » Polisi Periksa 4 Petugas ULP
Polisi Periksa 4 Petugas ULP
Karel Paeh

Polisi Periksa 4 Petugas ULP

LUWUK—Penyelidikan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek jalan segmen Bubung – Simpong terus berlanjut. Unit Kriminal Khusus Satreskrim Polres Banggai, Sabtu (22/1)bakal memanggil 4 perwakilan dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) Banggai.
Keempat orang tersebut akan dimintai keterangan terkait bagaimana prosedur lelang yang dijalankan dalam proyek segmen Bubung – Simpong itu.  Kasat Reskrim, AKP Karel A Paeh saat dihubungi mengkonfirmasi hal itu, ia membenarkan bahwa akan ada pemanggilan klarifikasi terhadap petugas ULP terkait proyek yang diduga bermasalah itu.
Hanya saja, ia tidak mau terbuka soal apa saja yang akan menjadi materi dari pemeriksaan anggotanya. “Kasusnya masih jalan, sementara masih penyelidikan. Untuk panggilan itu benar, kita akan memintai klarifikasi dari petugas ULP,” imbuhnya singkat, via telepon seluler.
Informasi yang berhasil dihimpun Luwuk Post menyebutkan dalam kasus itu, penyidik akan memeriksa empat kegiatan yang diduga menyimpang. Yakni, segmen Simpong, segmen Bubung, masterplan keduanya, kemudian studi kelayakan atas kedua proyek tersebut. Bahkan, sebelumnya penyidik telah memintai keterangan sejumlah saksi yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah pada tahun 2014 itu.
Seperti diketahui, dalam audit hasil Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditemukan adanya indikasi penyimpangan, baik dalam pekerjaan penyusunan dokumen master plan maupun penyusunan studi kelayakan baik pada segmen bubung maupun segmen simpong.
Berhembus kabar jika dokumen perencanaan dalam bentuk master plan dan studi kelayakan pengembangan pesisir kota Luwuk untuk segmen Simpong dan segmen Bubung itu, disusun dengan cara yang tidak layak, karena Kerangka Acuan Kerja (KAK) antar dokumen dinilai memiliki kesamaan substansi sehingga dikuatirkan tidak dilaksanakan berdasarkan penelitian, melainkan hanya disusun dengan dasar studi literatur saja. Bahkan, disebutkan pula dokumen yang disusun oleh perusahaan konsultan asal  Makasar tersebut terindikasi copy paste antar dokumen.
Sementara, hal teknis terkait dengan Unit Layanan Pengadaan adalah indikasi adanya lelang yang diarahkan. Pasalnya, pemenang tender 4 paket proyek dengan total nilai sekira Rp2,6 miliyar tersebut mengindikasikan adanya pemenang yang diarahkan. (van/far)

About uman