Home » Banggai Kepulauan » Hujan Berkah Bagi Warga Bulagi
Hujan Berkah Bagi Warga Bulagi
Sebagian besar warga di dataran Bulagi, mendesain pancuran rumah mereka dengan meyambungkannya dengan tong penampung air. Warga disana masih mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari termasuk minum.

Hujan Berkah Bagi Warga Bulagi

SALAKAN– Sebagian besar  masyarakat di daratan Bulagi, khususnya di Kecamatan Bulagi dan Bulagi Utara, masih mengandalkan air hujan demi memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari termasuk untuk minum.
Musim kemarau yang terjadi hampir di sepanjang tahun 2015 lalu, membuat masyarakat disana menderita karena kesulitan untuk memperoleh air bersih. Kini warga di desa-desa yang kesulitan air bersih di dataran Bulagi, bersyukur dengan hujan yang mulai turun sejak tiga hari terakhir di wilayah mereka.
“Hujan berkah bagi kami. Setidaknya kami bisa menggunakan air hujan untuk kebutuhan minum. Sepanjang tahun lalu, warga sangat kesulitan dalam memperoleh air bersih. Untunglah pemerintah sesekali membagikan air secara gratis,” ungkap Maslon, seorang warga Kecamatan Bulagi, kepada Luwuk Post, Jumat (22/1).
Maslon bercerita, di wilayah Kecamatan Bulagi dan Bulagi Utara, fasilitas air bersih dari PDAM belum tersedia dengan baik. “Ada desa yang sama sekali belum memiliki jaringan air bersih. Tetapi adapula desa lainnya, yang sudah terdapat jaringan air bersih PDAM, namun volume airnya sangat terbatas sehingga tidak maksimal melayani kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Kondisi ini diakui Maslon, yang membuat masyarakat di wilayahnya terpaksa mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air mereka. Hampir semua rumah di wilayah Bulagi dan Bulagi Utara, kata Maslon, pancuran rumahnya telah didesain khusus dengan pembuangan air yang diarahkan ke tong-tong penampung. “Ada juga warga yang menampung air hujan dengan wadah seperti drum dan loyal,” tambahnya.
Bersyukur karena hujan telah turun, bukan akhir dari harapan masyarakat di daratan Bulagi terkait ketersedian air bersih. Pemerintah Daerah (Pemda) Bangkep, tetap dituntut untuk bisa menyelesaikan krisis air bersih disana dengan berbagai cara yang mungkin bisa dilakukan.
Daratan Bulagi, selama ini dikenal sebagai wilayah yang kesulitan dengan air bersih. Disana, tidak terdapat sumber mata air yang repesentasi untuk dijadikan sumber guna membangun induk jaringan air bersih.
Terdekat, sumber mata air terdapat di daerah pengunungan di Desa Tatarandang, Kecamatan Bulagi Selatan. Lokasi sumber mata air Tatarandang, kurang lebih berjarak enam puluh kilometer dari Kecamatan Bulagi dan hampir delapan puluh kilometer dari Kecamatan Bulagi Utara.
Pemerintah daerah, telah berupaya membangun jaringan air bersih dengan mengandalkan sumber mata air Tatarandang menuju wilayah yang mengalami kesulitan air bersih di daratan Bulagi. Karena baru dilakukan dua tahun terakhir dan keterbatasan anggaran, jaringan air bersih berupa pipanisasi itu belum sampai ke wilayah daratan Bulagi dan Bulagi Utara. (wan)

About uman