Home » Metro Luwuk » Gafatar Masih Resahkan Warga
Gafatar Masih Resahkan Warga
Kapolres Banggai

Gafatar Masih Resahkan Warga

LUWUK– Kabar kemunculan kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di sejumlah daerah cukup mengkhawatirkan warga. Pengaruh ekspansi organisasi Gafatar dianggap cukup berbahaya. Sebab selain penyebaran ajarannya yang dianggap sesat, anggotanyapun tidak diwajibkan mengerjakan ibadah salat dan puasa.
Muhammad Taufik, warga Kelurahan Luwuk, menyatakan, Gafatar wajib dicegah keberadaannya di kota Luwuk. Jangan sampai mereka diberi ruang  berekspansi mengembangkan jaringannya di setiap pelosok desa terpencil di kabupaten ini.
“Yang kita khawatirkan jika tidak dicegah, justru Gafatar akan tambah meresahkan warga,” ungkapnya, Jumat (22/1).
Keresahan warga, sebut Taufik, bukan pada persoalan keamanan dan ketentraman. Namun lebih pada pengamalan ajarannya yang menyimpang.
“Dimana mana juga Gafatar telah dilarang masuk ke setiap pelosok pelosok desa terpencil. Nah, mereka dilarang, sebetulnya bukan karena Gafatar mengganggu atau buat keonaran di masyarakat,” paparnya.
Tapi, lanjut dia, ajaran Gafatar dianggap sangat berbahaya bagi penganut agama Islam di kota Luwuk. Sebab tidak menutup kemungkinan orientasi ajaran tersebut akan menjurus pada gerakan radikalisme.
“Yang perlu kita duga saat ini, jangan sampai Gafatar membentuk gerakan radikal lalu berubah haluan menjadi ISIS. Itu yang berbahaya dan seharusnya kita antisipasi,” ujarnya.
Sementara itu, warga Kelurahan Bungin Timur juga mulai meresahkan informasi mengenai Gafatar. Salah seorang warga setempat, Salto, mengukapkan, Gafatar wajib dicegah pergerakannya khususnya di kota Luwuk.
“Apalagi banyaknya peristiwa orang hilang yang terlihat di tayangan televisi,” katanya.
Yang mencengangkan kata dia, orang orang hilang itu kebanyakan adalah orang yang memiliki pendidikan cukup. Dikuatirkan, Gafatar juga akan mempengaruhi kalangan remaja.
Salto menambahkan semenjak Gafatar menjadi pembicaraan orang belakangan ini, khususnya dari kalangan anak remaja  sampai orang dewasa, pihaknya mulai melakukan jaga malam sehingga secara tidak langsung dapat menjaga keamanan.
Terpisah, Kapolres Banggai, AKBP Jamaluddin Farti SIK, mengatakan, orientasi pergerakan ormas Gafatar tidak menjurus pada tindakan kriminalitas. Dengan begitu, ketika Gafatar masuk di wilayah Kabupaten Banggai, pihaknya juga tidak bisa langsung menindaki.
“Kecuali mereka (Gafatar-red) sudah jelas buat keributan dan melakukan aksi teror kepada warga, itu baru kita tindaki,” kata Jamaluddin saat ditemui beberapa waktu lalu, diruangannya.
Menurut Kapolres, jika selama ini mereka misalnya ada di daerah kita, lantas tidak berbuat kriminal, polisi juga tidak boleh sewenang wenang mengusirnya.
“Ya, paling kami hanya sebatas mengimbau kepada masyarakat saja supaya tidak terjebak mengikuti ajaran mereka. Intinya, hanya sebatas begitu saja,” tutupnya.
Pantauan Luwuk Post Jumat (22/1) kemarin, sejumlah masyarakat kota Kelurahan Bungin Timur, Luwuk, saat ini bahkan mulai membuat posko untuk berjaga dan mewanti wanti keberadaan Gafatar masuk ulang di kota ini.
Meski sebelumnya Gafatar sempat masuk di wilayah Desa Kamumu, Kecamatan Luwuk Utara dan Kelurahan Hanga-Hanga, Kecamatan Luwuk Selatan, sebelum berpindah tempat ke unit tiga Kecamatan Toili.
Sementara itu, informasi terbaru yang diendus koran ini, diduga ada sekira tiga puluh orang yang diduga eks gafatar baru masuk kota Luwuk dari daerah Sumatera. Hanya saja, Kasat Intel Polres Banggai, I Made Suradnya, yang dihubungi harian ini Jumat (22/1) sore,belum mengkonfirmasinya.(ir)

About uman