Home » Metro Luwuk » Terendus Berada di Kendari
Terendus Berada di Kendari
Iswadi Koida saat memerlihatkan foto isterinya bersama kedua putrinya, dirumahnya beberapa waktu lalu.

Terendus Berada di Kendari

LUWUK– Sudah menjelang dua pekan, Tuti Sunengsih (35), bersama kedua putrinya, Lilis Diniati dan Alisa Emeri, belum ada kabar. Namun dari informasi yang dihimpun harian ini menyebutkan, isteri dan kedua putri Iswadi Koida (40), diduga saat ini ada di Kota Kendari.
“Informasinya sekarang dia ada di Kendari. Tapi kami belum bisa pastikan; apakah dia dibawa lari atau selingkuh,” ungkap sumber terpercaya koran ini, Rabu (20/1).
Sumber ini membantah jika seorang ibu dan kedua putrinya tersebut diculik atau bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
“Itu tidak ada kaitannya dengan Gafatar. Sebab kalau menurut saya ada beberapa kemungkinan. Salah satunya, karena ada konflik dalam rumah tangga sehingga dia lari menghindar sambil menenangkan diri,” duganya.
Sementara, Iswadi, pegawai di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Banggai, yang ditemui harian ini mengaku tidak yakin jika isterinya diculik oleh seseorang, apalagi ikut dalam sekelompok organisasi radikal seperti yang santer diberitakan di sejumlah media.
“Saya tidak yakin kalau dia diculik atau selingkuh. Apalagi mau ikut aliran aliran radikal,” ucapnya, sambil terbata bata.
Saat ditanya lebih jauh apakah sebelumnya ada konflik internal dalam keluarga? Iswadi, justru diam diam dan malu mengungkapkannya.
“Istri saya tidak pernah begitu, apalagi mau selingkuh. Justru saya sedikit sempat berfikir mengenai Gafatar. Tapi mudah mudahan jangan begitu. Saya mohon isteri saya jangan masuk dalam kategori jaringan jaringan radikal,”ujarnya.
Iswadi bercerita, pada saat isterinya sedang berada di Pandauke, kampung orang tuanya, dia hanya memerintahkan agar segera pulang karena kedua putrinya sudah ingin masuk sekolah.
“Saya cuma bilang, hari Rabu atau Kamis, kamu sudah harus balik ke Luwuk bawa anak anak karena mereka itu mau sekolah. Kalau tidak mau balik, bilang memang,” ungkapnya, dengan nada tinggi ketika itu.
Namun, setelah ditunggu tunggu, kata Iswadi, justru tidak muncul. Bahkan,pada waktu isterinya sudah mau menuju Luwuk, Iswadi saat itu juga sempat tidak masuk kantor demi menunggu kedatangan sang isteri dan kedua putri kesayangannya tersebut.
Kapolres Banggai, AKBP Jamaluddin Farti, dikonfirmasi, juga membantah keras adanya hubungan antara Gafatar dengan fenomena hilangnya isteri Iswadi Koida.
“Tidak ada itu. Itu kayaknya ada konflik di internal keluarga,” singkat Jamaluddin, di ruangannya belum lama ini.
Keyakinan Kapolres, malah diperkuat dengan nomor telepon yang dimiliki isteri Iswadi yang masih aktif saat ini, kendatipun tidak dijawab ketika ditelepon.
“Kalau dia diculik atau dibawa lari misalnya, pasti nomor teleponnya sudah tidak aktif lagi. Tapi, kita tetap akan upayakan pencarian hingga bisa ketemu. Sebab suaminya juga sudah melapor ke sini (Polres Banggai,red),” tandas Kapolres.(ir)

About uman