Home » Metro Luwuk » Terkait Lakalantas, Penyidik Panggil 3 Pegawai Dishub
Terkait Lakalantas, Penyidik Panggil 3 Pegawai Dishub
Nampak mobil Zuzuki Pic Up GC 415 hitam dengan nopol DN 8229 CO, yang dikemudikan Agil saat menabrak korban, diidentifikasi petugas Dishub Banggai, Selasa (19/1), di Halaman Mapolres Banggai.

Terkait Lakalantas, Penyidik Panggil 3 Pegawai Dishub

LUWUK— Penyidik Polres Banggai melakukan pemanggilan terhadap tiga orang pegawai Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banggai, Selasa (19/1). Pemanggilan ketiga orang pegawai tersebut, memerjelas laik kendaraan dalam kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) Minggu (10/1) pekan lalu, sekira pukul 11.15 Wita, di Jalan Umum Dusun Maketan, Kelurahan Bakung, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, yang menewaskan tiga orang warga setempat.
Kanit Lakalantas Polres Banggai, Steven L, mengungkapkan, pihaknya mendatangkan pegawai Dishub guna memperjelas laik kendaraan terkait penyebab utama terjadinya peristiwa maut tersebut.
“Ya, kami datangkan mereka (Dishub,red) supaya memperjelas laik kendaraan terkait penyebab kecelakan kemarin,” ujar Steven, Selasa (19/1), di Polres Banggai.
Steven menerangkan, peristiwa maut tersebut bermula saat salah seorang sopir yang diketahui bernama Agil, mengemudi mobil Zuzuki Pic Up GC 415 hitam dengan nopol DN 8229 CO, melewati sepeda motor Yamaha Mio Biru DN 3711 RA yang  dikendarai korban berboncengan dengan dua orang temannya.
“Tapi si pengemudi mobil ini (Agil-red), tidak melihat korban sudah terjatuh dan terlempar. Sehingga warga sekitar yang melihatpun langsung mengamuk dan merusak mobil pelaku,” terangnya.
Terkait kerusakan mobil separah itu? Steven menambahkan, itu akibat dari kemarahan warga sekitar.
“Sebetulnya rusaknya tidak separah begitu. Hanya saja, karena warga sudah marah, lalu merusak mobil itu. Dan sekarang pelakunya kita sudah amankan di tahanan,” tutup Steven.
Sementara salah seorang pegawai Dishub yang diminta keterangan usai menjalani pemeriksaan di ruang penyidik kemarin, menegaskan, kelayakan kendaraan yang digunakan pelaku sudah tidak layak. Sebab, selain ban depan pulkanisir, mobil ban yang digunakan pengendara juga sudah gundul.
“Begitu juga masalah KIR-nya sudah mati,” singkatnya. (ir)

About uman