Home » Politik » Pengrusakan Lahan di Toili Marak
Pengrusakan Lahan di Toili Marak
I Putu Gumi

Pengrusakan Lahan di Toili Marak

LUWUK-Pemerintah kabupaten Banggai dinilai lemah dalam pengawasan tambang ilegal yang terjadi di wilayah kecamatan Toili. Pasalnya, sejumlah penambang ilegal yang dahulunya dilarang, kini mulai aktif kembali. Parahnya, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang notabene bukan warga dari dataran Toili dan sekitarnya. Bahkan, warga negara asing-pun ditenggarai ikut terlibat dalam pembiayaan tambang ilegal tersebut.
Wakil Ketua DPRD Banggai, I Putu Gumi mengungkapkan tambang ilegal saat ini semakin marak di daerah itu. Sayangnya, upaya pengawasan dari pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait bisa dibilang kurang. Sehingga, kegiatan tambang ilegal terus berjalan. Akibatnya, banyak lahan warga kini terlihat berlubang. Sebab, para penambang tidak lagi menggunakan alat tradisional, karena mereka disediakan alat berupa dompeng (mesin penyedot) untuk menggali. Hasilnya, lubang-lubang terlihat menganga di sejumlah lahan. Kondisi itu dikatakan memperparah keadaan di Toili yang sebelumnya mulai dibenahi. Lahan perkebunan berganti menjadi kubangan-kubangan tak beraturan.
“Pemerintah mesti turun tangan, kalau pelakunya cuma masyarakat Toili masih bisa dimaklumi atau ada kebijakan lain, tapi ini sudah kebanyakan  orang luar,” terang funsionaris DPC PDIP Banggai itu, Senin (19/1).
Gumi mengatakan sebaiknya pemerintah segera mengambil sikap dengan menggandeng aparat kepolisian atau TNI untuk menindaki kegiatan itu. Jika tidak, kedepan lahan perkebunan akan sulit ditemukan di dataran Toili. Sebab, para penambang seakan bergerak bebas tanpa adanya aturan yang menjerat mereka selama ini. “Harus ada tindakan, karena sekarang sudah lebih parah dari keadaan dulu. Karena mereka sudah pakai mesin dompeng. Makanya pemda harus bisa bekerjasama dengan aparat kepolisian atau TNI,” tutupnya.(van)

About uman