Home » Politik » Soal Sultim, Murad Bungkam
Soal Sultim, Murad Bungkam
Rian Rainaldy

Soal Sultim, Murad Bungkam

“Sultim adalah kebutuhan kita bersama, jangan hanya kabupaten Banggai yang berjuang sendiri. Saudara-saudara kita di seluruh kabupaten wilayah cakupan Sultim sudah saatnya kita menyatukan tekad dan bersama-sama dalam satu gerbong perjuangan Sultim” (RIAN RAINALDY)

LUWUK—Meski kian hangat diperbincangkan, pembentukan Daerah Otonomi Baru Provinsi Sulawesi Timur (DOB Sultim) belum ingin ditanggapi oleh mantan anggota DPR RI, Murad U Nasir. Padahal, semasa berada di parlemen Senayan, politikus senior asal Partai Golkar ini menjabat sebagai anggota Komisi II yang sejatinya membidangi persoalan otonomi daerah.
“Saya belum ingin berkomentar apapun soal Sultim,” katanya, Sabtu (16/1).
Murad berdalil, ketika mengeluarkan statement akan menimbulkan ketidaksenangan terhadap sejumlah pihak terutama para pejuang Sultim. Mengapa begitu? “Kalau saya mengatakan yang sesungguhnya para pejuang Sultim yang salah jalan akan tersinggung,” terang Murad.
Karena itu, mantan Ketua DPRD Sulteng dua periode cenderung hanya ingin mendoakan DOB Sultim yang dimotori para pejuangnya sukses mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan rakyat Sultim.
“Semoga saja para pejuang Sultim sukses,” harapnya.
Sementara itu, sebagai salah satu daerah wilayah cakupan Sultim yang memiliki harapan sama, kabupaten Tojo Una-una (Touna) tak ingin hanya berdiam diri. Karena itu, kalangan elit politik dan pemuda Touna ingin dilibatkan dalam forum perjuangan Sultim.
“Sayangnya, selama ini Touna tidak pernah dilibatkan secara utuh dalam perjuangan Sultim,” keluh Sekretaris DPC Partai Demokrat Touna, Rian Rainaldy, Minggu (17/1).
Menurut dia, Sultim adalah keharusan untuk diwujudkan. Karena itu kebutuhan rakyat Sultim maka seluruh elemen masyarakat, kalangan elit serta stakeholder bersatu dan bersama-sama berjuang. Rian yang juga Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI) Touna itu berjanji secepatnya merangkul para pemuda untuk melakukan pergerakan perjuangan Sultim. Itu dilakukannya untuk menjawab apakah benar Pemerintah Provinsi dibawah kepemimpinan Gubernur, Longki Djanggola dan DPRD Sulteng yang dikomandani Ketua Aminudin Ponulele tidak ikhlas melepas Sultim.
“Sultim adalah kebutuhan kita bersama, jangan hanya kabupaten Banggai yang berjuang sendiri. Saudara-saudara kita di seluruh kabupaten wilayah cakupan Sultim sudah saatnya kita menyatukan tekad dan bersama-sama dalam satu gerbong perjuangan Sultim,” tekad tokoh pemuda Touna ini.(man)

About uman