Home » Metro Luwuk » Puluhan Sopir Truk Mengeluh
Puluhan Sopir Truk Mengeluh
Puluhan sopir truk mengeluh karena harus antre di pelabuhan Pagimana untuk menyebrang dengan kapal ferry ke Gorontalo.

Puluhan Sopir Truk Mengeluh

PAGIMANA-Puluhan sopir truk tujuan Manado mengeluh. Pasalnya, sudah beberapa hari ini mereka tak dapat menyebrang ke Gorontalo gara-gara KMP Baronang tak mampu mengangkut semua truk yang akan diseberangkan.  Truk yang diangkut kapal ferry harus antre karena disesuaikan dengan kemampuan angkut kapal. Sopir truk Manado, Bambang, Minggu (17/1), mengaku sudah empat hari di pelabuhan Pagimana namun belum juga diberangkatkan.  “Sejak empat hari saya sampai di sini, tapi belum juga berangkat, kapal full,” katanya.
Ia mengeluhkan kondisi itu karena muatannya adalah beras dari Toili. Ia khawatir tidak akan mendapatkan harga yang bagus setibanya di Manado. “Pedagang bakal rugi kalo bagini, apalagi kalo pas sampe Manado itu harga beras turun,” katanya.
Ia mendesak ASDP Luwuk maupun Gorontalo memercepat pemberangkatan kapal agar muatan tak makin menumpuk di pelabuhan. Ia juga berharap ASDP mendatangkan kapal ferry dengan kapasitas angkut barang yang lebih besar.
Sementara Penanggungjawab ASDP Pagimana, Jimmy R. Sorongan, mengakui penumpukan kendaraan tersebut. “ Setiap waktu pemberangkatan ada sekira 14 sampai 16 truk yang dibatalkan berangkat karena tak muat lagi. Ini sudah keempat kalinya,” katanya.
Ia mengatakan, penumpukan truk di pelabuhan karena saat ini hanya KMP Baronang satu satunya kapal ferry yang beroperasi melayani penyebrangan Pagimana Gorontalo. “ Ini terjadi karena tidak ada lagi kapal ferry swasta, hanya KMP Baronang,” katanya. Namun soal harapan sopir truk agar ASDP mendatangkan kapal ferry yang lebih besar menurutnya itu tergantung pada manajemen ASDP.“Itu bukan kewenangan saya,” katanya. (anto)

About uman