Home » Luwuk Utara-Timur » Ngerumpi dan tak Pakai Kemeja di Jalan Kena Denda
Ngerumpi dan tak Pakai Kemeja di Jalan Kena Denda
Sekcam Luwuk Utara Ismed Wardana (baju biru,red) saat bertemu dengan sejumlah warga Desa Kamumu Kamis (14/1). Didesa ini diterapkan beberapa peraturan unik.

Ngerumpi dan tak Pakai Kemeja di Jalan Kena Denda

Kebebasan berpendapat dinilai sebagian besar kalangan adalah hal yang umum dan wajar. Tapi di Desa Kamumu, aparat desa menerapkan aturan dilarang “ngerumpi”. Apalagi bicara tentang kejelekan orang lain. Bisa didenda Rp 300 ribu, lho.

CATATAN : Fajri Rahmadhani/Luwuk Post
Larangan ngerumpi ini adalah satu dari tiga larangan yang berlaku di Desa Kamumu, Kecamatan Luwuk Utara. Bukan mengekang kebebasan berpendapat sih. Tapi menurut Sekdes Kamumu Jafar Labola aturan itu untuk mencegah warga bicara hal-hal yang menjelekan warga lain.
Peraturan “unik” lainnya –karena tidak lazim- warga dilarang tidak memakai kemeja saat berada di jalan desa. Aparat desa ingin memberikan contoh warga desa yang berjarak sekira 21 kilometer dari Luwuk itu berlaku sopan saat berada di luar rumah, meski hanya di sekitar desa.
“Kalau tidak pakai baju, kami denda Rp 50 ribu,” jelas sekdes, Kamis (14/1)  pekan lalu.
Peraturan ketiga, mungkin ini akan sangat berat bagi sejumlah warga di Kota Luwuk, khususnya yang tinggal di lorong lorong. Sebab, pemerintah setempat melarang warganya menjemur pakaian di pagar rumah. Jangan coba coba. Sebab, menjemur pakaian dip agar didenda Rp 150 ribu. Menariknya, ketiga peraturan yang diterapkan pemerintah desa dipatuhi sekira 200 kepala keluarga yang sehari-hari berprofesi petani tanaman non pangan.
Akibat ketiga peraturan itu, warga Desa Kamumu bisa dikatakan tak pernah berhenti berusaha dan hidup dalam kedisiplinan dan menjaga sopan santun. Salah satu yang bisa dinikmati dari hasil kebun warga itu adalah buah mangga. Januari ini, warga Kamumu bisa panen mangga hingga dijual di pasar lokal. (ajy)

About uman