Home » Berita Utama » Benyamin Bikin Warga Geram
Benyamin Bikin Warga Geram
Polres Banggai cenderung lebih peduli dan cepat tanggap dengan keluhan warga terkait krisis air bersih, dibanding PDAM Kabupaten Banggai yang menunggu hujan untuk menormalkan sumber mata air.

Benyamin Bikin Warga Geram

LUWUK-Pelayanan PDAM Kabupaten Banggai yang terus merosot makin membuat pelanggan geram.  Tak henti hentinya warga mengeluhkan kepemimpinan Benyamin Pongdatu sebagai Plt Direktur PDAM Kabupaten Banggai. Pasalnya, dibawah kepemimpinan Benyamin Pongdatu, PDAM terkesan hanya menunggu anggaran penyertaan modal dan turunnya hujan, tanpa sedikit pun melakukan inovasi dalam distribusi air bersih.
Bahkan tak hanya mendesak Benyamin mundur dari jabatannya. Warga yang didera kesulitan air berhari hari bahkan mengata ngatai Plt Direktur PDAM tersebut. “Dasar mafia air. Pak Bupati, tolong langsung copot saja orang seperti dia. Percuma juga dipertahankan kalau tak berguna. Hanya bikin susah rakyat saja,” geram Nardi, warga Kelurahan Kilo 8, Sabtu (17/1).
Emosi Nardi pantas naik ke ubun ubun, selama sekian tahun mereka mengalami krisis air berkepanjangan.  “Tidak hanya tahun ini, sudah lama kami kesulitan air,” katanya.
Menurut Nardi krisis air bersih yang terjadi sepanjang tahun ini bukan semata mata kesalahan alam, namun Ia menduga karena adanya permainan dari mafia air di internal PDAM Banggai. “Kalau dia (Benyamin-red) berdalih sumber mata air di keles kering, mengapa di kelurahan kelurahan lain justru airnya lancar. Harusnya kalau itu kering, semua pasti terkena dampaknya,” ungkapnya.
Olehnya itu, Nardi berharap agar Bupati Banggai, Sofhian Mile, sesegera mungkin mencopot Benyamin dari jabatannya. “Masih banyak calon direktur lain yang berkompeten, yang benar benar mau bekerja secara profesional,” harapnya.
Sementara Rukmini, warga yang sama juga mengaku dirinya harus tetap saja membayar tagihan air rutin setiap bulannya.   “Ya pokoknya kalau airnya jalan tetap dimintai bayar Rp22 ribu. Begitu juga kalau tidak jalan harus bayar Rp17 ribu. Dan sekarang kami hanya manfaatkan air dari sumur bor,” tutupnya.
Sebelumnya Benyamin mengaku pasrah dengan keluhan warga. Ia bahkan menyatakan siap dicopot.”Kalau memang pelanggan menginginkan saya mundur, hari ini juga saya siap mundur. Tidak ada masalah itu,” ucapnya beberapa hari lalu.
Namun anehnya sampai kini Benyamin belum juga mengajukan pengunduran diri. Alih alih undur diri, Benyamin malah menyalahkan Pemda Banggai dalam hal ini Bupati Banggai, Sofhian Mile, karena tidak mengucurkan anggaran penyertaan modal. Padahal, menurutnya, DPRD telah siap menyetujui anggaran penyertaan modal sekira Rp 9 miliar itu. (ir)

About uman