Home » Berita Utama » Tiga Tahun Lulus Tanpa Ijazah
Tiga Tahun Lulus Tanpa Ijazah
Pertemuan sejumlah orang tua siswa lulusan tahun 2013, SDN 1 Lauwon saat meminta bantuan dari DPRD Banggai, Senin (11/1).

Tiga Tahun Lulus Tanpa Ijazah

LUWUK-Tiga tahun anaknya lulus dari sekolah dasar, puluhan orang tua murid dari Desa Indang Sari kecamatan Luwuk Timur malah dilanda ‘kegalauan’.
Penyebabnya, sejak lulus tiga tahun lalu, ijasah anak mereka belum juga diterbitkan pihak sekolah. Alasannya, karena kepala sekolah saat itu hanya dijabat pelaksana tugas. Parahnya, kondisi itu terus berlangsung hingga saat ini. Dimana pejabat definitif belum juga ditetapkan.
Saat ini, dimana sejumlah siswa tersebut sudah memasuki ujian akhir di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Muncul masalah serius, sebab sekolahnya tidak mau mendaftarkan mereka ikut ujian jika tidak segera mengumpulkan ijasah SD. Pihak sekolah menjelaskan untuk mendapatkan nomor ujian, salah satu persyaratan yang harus dilampirkan murid adalah bukti kelulusan sekolah dasar. Namun, hingga kini belum ada satupun yang diberikan.
“Kami dari orang tua siswa datang ke DPRD ini untuk meminta bantuan soal kepastian ijasah anak-anak yang belum ditanda tangani,” jelas Wilson, kades Indang Sari yang ikut mendampingi orang tua siswa, Senin (11/1).
Dihadapan anggota komisi II, yang dipimpin Naser Himran, orang tua siswa mulai bercerita. Mereka mengaku anaknya lulus dari SDN I Lauwon sejak tahun 2013. Namun, desakan orang tua terkait ijasah sejak saat itu belum juga diberikan. Alasannya selalu sama, pelaksana tugas tidak bisa bertanda tangan di ijasah. Akhirnya keluhan itu mereka sampaikan ke Kepala Dinas Pendidikan, saat itu masih dijabat almarhum Haris Dayanun.  Pihak dinas mengaku akan mengevaluasi hal itu. Tapi kenyataannya hingga kini, sejumlah murid itu justru terlunta-lunta tanpa kejelasan ijasah. Kepala sekolah yang ditempatkan pun selalu pelaksana tugas. “Sekarang anak-anak kami sudah mengeluh dan menangis karena malu selalu mendapat surat dari sekolah minta ijasah. Kasian, orang lain lulus terima ijasah, anak kami tidak ada. Waktu lulus dan lanjut masuk SMP lalu, mereka hanya dibekali surat dari sekolah,” cerita Timotius, salah satu orang tua siswa.
Selang sejam, perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dihubungi anggota DPRD tiba dan mulai berdiskusi. Mereka menyampaikan keluhan dari orang tua siswa akan dicarikan solusinya. Saat itu, Kabid Dikdas Tasman menjelaskan akan segera berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Ia meminta waktu seminggu, setelah itu akan memberikan keputusan soal nasib sejumlah murid asal SDN 1 Lauwon itu. “Kami berharap persoalan ini segera terselesaikan. Sebab kalau ini tidak segera ditanggapi, maka akan kontras dengan misi pemerintah pusat terkait wajib belajar,” kata Naser Himran diakhir pertemuan.(van)

About uman