Home » Metro Luwuk » Pekerjaan Diduga Tidak Beres
Pekerjaan Diduga Tidak Beres
Proyek trotoar disekitar tugu Maleo diduga tidak beres, karena baru saja dikerjakan tapi sudah rusak. Nampak pengerjaan trotoar di jalan Ir Soekarno.

Pekerjaan Diduga Tidak Beres

LUWUK-Sejumlah warga mencurigai proyek trotoar yang terdapat di Tugu Maleo, Kelurahan Karaton dikerjakan asal-asalan. Pasalnya, trotoar tersebut kini mulai rusak dan hancur padahal baru saja dikerjakan.
“Kami curiga proyek itu dikerjakan tidak sesuai dengan bestek. Kok, belum lama sudah hancur seperti itu. Kalau kontraktornya kerja dengan benar, pasti kondisinya tidak seperti itu,” ujar seorang warga Amran Ali, Senin (11/1).
Menurutnya, pengawas terkesan tak berguna dan hanya memberikan pembiaran kepada pelaksana proyek. Bahkan, ia menduga, ada permainan antara pengawas dan pelaksana proyek.
“Jangan sampai ada permainan. Kalau begini modelnya, rakyat yang rugi,” paparnya.
Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dinas Perumahan, Tata Kota dan Ruang (Dispetarung) Kabupaten Banggai Rodredigo Pompana menepis anggapan warga tentang trotoar yang rusak tersebut.
Ia menjelaskan, kerusakan proyek itu bukan kesalahan kontraktor yang bekerja tidak sesuai bestek sebagaimana tudingan warga. Namun, disebabkan oleh mobil tronton yang selalu melewati wilayah tersebut. Banyak kendaraan tronton ketika hendak menuju pelabuhan konteiner selalu melewati pertigaan Tugu Maleo. Karena banyak kendaraan, ban mobil akhirnya naik diatas trotoar.
“Coba lihat saja, banyak mobil tronton yang melewati  jalur itu. Dan banyak juga kendaraan yang juga melintas, akhirnya ban mobil naik di atas trotoar, dan terbukti trotoar hancur,” ungkap Digo sapaan akrabnya.
Bayangkan saja, lanjut dia, bobot mobil tronton ditambah lagi dengan konteiner beserta muatan, tentunya trotoar tersebut akan hancur. Meski begitu, kata Digo, pihaknya terus berkoordinasi dengan pelaksana proyek.
“Kami sudah hubungi kontraktor untuk  melakukan perbaikan,” terangnya.
Digo menyatakan, pihaknya masih menahan sisa anggaran 5 persen dari nilai kontrak proyek trotoar itu. Karena sesuai regulasi, ada waktu pemeliharaan. Dan itu masih tanggungjawabnya kontraktor.
“Masih ada masa pemeliharaan selama 6 bulan. Jaminanannya, kami masih menahan 5 persen dana dari nilai kontrak,” jelasnya.(awi)

About uman