Home » Banggai Laut » KPU Tetap Buka Kotak Suara
KPU Tetap Buka Kotak Suara
Syarif S. Ambu

KPU Tetap Buka Kotak Suara

BANGGAI-Informasi yang beredar di media online seantero kabupaten Banggai Laut menghangat dengan polemik seputar proses hukum yang sedang menggelinding di meja persidangan Mahkamah Konstitusi. Ini terkait gugatan yang dilayangkan paslon nomor urut dua pilkada Banggai Laut, Sofyang Kaepa-Trin S. Lulumba dikabarkan telah masuk pada agenda sidang pendahuluan pada Senin (11/1) hari ini.
Berbagai spekulasi dan perhitungan dampak putusan sidang MK nanti, marak mengisi sejumlah celotehan para netizen. Mulai dari yang kritis dan memiliki dasar-dasar pertimbangan yang masuk akal hingga pada celoteh yang sifatnya provokatif atau petantang-petenteng bahkan tak jarang yang kesannya sekedar numpang eksis turut meramaikan kancah media sosial semisal Facebook dan Twitter.
Kabar terakhir menyebutkan, telah beredar informasi lengkap tentang jadwal sidang dan materi gugatan paslon nomor dua tersebut yang mana dalam selebaran termuat secara rinci pokok perkara yang menjadi tuntutan penggugat.
Belum diketahui asal muasal selebaran serta maksud yang terkandung di dalamnya. Namun yang jelas para pihak yang berseteru nampaknya telah siap dengan konsep dan strategi masing-masing menghadapi persidangan.
Seperti KPUD Balut, misalnya. Pihak yang diposisikan sebagai tergugat dalam kasus Persengketaan Hasil Pemilu (PHP) tersebut pada kemarin Sabtu (9/1) telah mengedarkan undangan ke sejumlah pihak guna menghadiri dan menyaksikan pembukaan ulang kotak suara hasil Pilkada, 9 Desember tahun lalu.
“Ini dalam rangka menyiapkan alat bukti yang benar sesuai fakta di lapangan terkait perhitungan hasil pemungutan suara yang menjadi salah satu point gugatan pemohon,” papar Syarif S. Ambu, komisioner KPU Balut, Divisi Teknis, Program dan Data.
Niat KPU ini rupanya tidak mendapat sambutan baik dari saksi dan LO para paslon terutama kubu Sofyan Kaepa. Terbukti, pembukaan kotak suara dimaksud yang dijadwalkan digelar pada hari Sabtu itu, batal dilaksanakan karena LO/penghubung paslon bersangkutan menolak memberikan persetujuan.
Meski demikian, KPU Balut tidak patah arang. Pada Minggu (10/1) kemarin kotak suara pilkada Balut akhirnya dibuka tanpa kehadiran LO. Atas hal ini, Syarif yang dihubungi via telepon seluler menjelaskan bahwa kotak suara tetap bisa dibuka meski tanpa kehadiran saksi paslon sepanjang dihadiri dan disaksikan unsur keamanan dan Panwaslih.
“Ini sesuai PKPU pasal 71 ayat 1 dan 2,” tegasnya. (Sbt)

About uman