Home » Politik » Kubu Ical Kokohkan Posisi Bali, AL Promosikan 3 Nama
Kubu Ical Kokohkan Posisi Bali, AL Promosikan 3 Nama
Sofhian Mile

Kubu Ical Kokohkan Posisi Bali, AL Promosikan 3 Nama

LUWUK—Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Partai Golkar Banggai memang belum menghasilkan jadwal pasti. Meski begitu, sejumlah nama mulai meramaikan kandidat ketua jelang ajang perebutan kursi orang nomor satu diinternal partai berlambang pohon beringin rindang. Itu menyusul mulai diperbincangannya oleh para elit ditingkat pusat mengenai waktu pelaksanaan Munas.
Jika sampai saat ini kubu Golkar Banggai pro Aburizal Bakrie (Ical) masih mengkokohkan posisi Samsul Bahri Mang (Bali Mang) sebagai calon tunggal, berbeda dengan Golkar Banggai pro Agung Lakasono (AL).
Diinternal kepengurusan AL, khususnya dari para pengurus tingkat PK/PD nama Sofhian Mile, Sukrisnanto Setjoadi alias Ko Asin dan Sukri Djalumang begitu deras terwacanakan.
Mantan Ketua DPD Golkar Banggai versi AL, Murad U Nasir yang dimintai tanggapannya mengaminkan wacana tersebut. Namun, bagi dia, kader manapun yang merasa berprestasi dan sanggup untuk memimpin Golkar Banggai layak bertarung.
“Tapi harus instrospeksi diri dahulu. Jangan sampai yang maju adalah kader bunglon atau kader instan asal jadi. Harus jelas dulu apakah dia kader prestasi, dedikasi, disiplin, loyal dan tidak tercela (pd2lt), kalau kriteria itu terpenuhi bersiaplah untuk menjadi pemimpin,” saran mantan ketua DPRD Sulteng ini, Rabu (6/1).
Tak hanya itu, calon pemimpin menurut Murad, harus tahu historis pembentukan dan perjuangan partai Golkar serta memahami seluruh seluk beluk kepartaian Golkar.
Lalu, siapakah sesungguhnya kader yang dijagokannya, Murad enggan membebernya. Yang pasti kata dia, selain sarat terhadap persoalan partai Golkar serta memenuhi kriteria, figur ideal juga harus berduit. “Secara pribadi saya juga cenderung menginginkan pemimpin muda yang tidak hanya menggunakan Golkar sebagai fasilitas pencari jabatan untuk memenuhi kebutuhan ekonomis pribadi. Golkar adalah panggilan untuk mengabdikan diri terhadap daerah dan negara,” tekan mantan politisi Senayan ini.
Terkait itu, Murad mengaku, saat ini tengah mendesain sebuah skenario agar DPD II Golkar Banggai kelak tak jatuh ditangan orang yang salah. Ia memilih menyikapi persoalan itu secara arif dan bijaksana. Bagi kader yang berniat menjadi kandidat ketua partai sudah saatnya mengambil ancang-ancang dengan mensosialisasikan diri. Siapa tahu, lanjut dia, membuahkan dukungan politik dari PK, pendiri atau organisasi yang dibentuk partai Golkar.
“Tapi kalau berbicara soal Musda DPD II sebaiknya menunggu usai digelarnya Munas menyusul Musda tingkat DPD I. Sebab, saat ini para elit ditingkat pusat masih memperdebatkan waktu pelaksanaannya. Tapi sah-sah saja wacana itu dihembuskan sebagai pemanasan politik. Yang pasti adalah pelaksanaan Munas dan Musda nantinya akan berlangsung panas, seru dan mungkin saja kacau. Alasannya, pada momentum itu akan bertemu dua kubu kekuatan yang sedang asyk-asyknya berkonflik tanpa pandai berdamai,” ungkap dia.
Sementara itu, mengenai dua kubu kepengurusan, menurut Murad, tidak ada yang ilegal, melainkan hanya tidak sah. Sedangkan kepengurusan hasil Munas Riau kini telah koit (tamat,red). Yang masih sah dan memiliki otoritas untuk membentuk organizing committe dan stering committe (panitia penyelenggara dan panitia pengarah,red) terlaksanannya Munas adalah Mahkamah Partai Golkar (MPG).
“Jadi kita tunggu saja hasil keputusan para dewa-dewa elit partai ditingkat pusat kalau mereka mau bersepakat. Saya juga melihat kondisi Golkar saat ini berada diambang kehancura akibat ulah kader elitnya yang telah bergeser orientasinya dari pengabdi bangsa, negara dan masyarakat menjadi keserakahan menguasai jabatan politik dan kekuasaan strategis guna meraup keuntungan ekonomis memperkaya diri. Mari kita lihat saja apa yang akan terjadi kedepan,” pungkasnya.(man)

About uman