Home » Metro Luwuk » Bendahara dan Operator Diperiksa 3 Jam
Bendahara dan Operator Diperiksa 3 Jam
Bendahara MTsN Luwuk saat diperiksa di ruangan Pidsus, Rabu (6/1) kemarin.

Bendahara dan Operator Diperiksa 3 Jam

LUWUK– Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwuk melakukan pemeriksaan terhadap Bendahara dan Operator Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Luwuk, Rabu (6/1) siang kemarin.
Pemeriksaan kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang menyeret nama Kepala Sekolah MTsN Luwuk, Abdul Sakkar, beserta sejumlah pegawai lainnya di lingkup pendidikan berlatar belakang agama itu, dilakukan selama tiga jam di ruangan pidana khusus (pidsus) Kejari Luwuk.
Jika Selasa (5/1) lalu, Abdul Sakkar enggan memberikan komentar saat dimintai tanggapan terkait pemeriksaan sejumlah pegawai MTsN yang ikut terseret dalam kasus tersebut, kini giliran yang sama juga dilontarkan oleh Bendahara dan Operator MTsN. Kedua pegawai MTsN itu enggan berkomentar usai diperiksa penyidik kejaksaan, Taufan, kemarin.
“Sebentar dulu. Saya mau sholat,” jawabnya berdalih menghindari pertanyaan wartawan.
Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Luwuk, I Bagus Ketut Wiadyana, dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan hasil pemeriksaan tersebut.
Pasalnya, kata dia, pemeriksaan itu masih bersifat rahasia sehingga belum bisa diumbar ke publik.
“Ini kan sifatnya masih rahasia. Kecuali sudah jelas siapa tersangkanya berdasarkan hasil kajian secara yurudis, itu baru bisa dipublikasikan,” terangnya.
Ketut mengatakan, hasil pemeriksaan bukannya tidak mau diberikan. Namun, pihak penyidik kejaksaan harus tetap menjaga independensinya agar jangan sampai muncul kesan mengintervensi atau menekan salah satu pihak.
“Kalau masalah tanggapan dari penyidik, kami mohon maaf. Sebab kami belum bisa mengomentarinya. Dikuatirkan jangan sampai muncul tanggapan atau penilaian bahwa kejaksaan seakan akan ingin mengintervensi atau menekan salah satu pihak,” pungkasnya. (tr-33)

About uman