Home » Kampus » Pengadaan Laboratorium Pertanian Terkendala Dana
Pengadaan Laboratorium Pertanian Terkendala Dana
Salah satu bangunan yang direncanakan diperuntukkan sebagai laboratorium terpadu di kampus II Unismuh. Minimnya anggaran dan bantuan dari pemerintah daerah menghambat kampus Unismuh menyamai kampus kampus maju di luar daerah.

Pengadaan Laboratorium Pertanian Terkendala Dana

LUWUK–Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk beberapa tahun lalu telah mengusulkan kepada universitas mengenai pengadaan laboratorium pertanian. Namun, hal tersebut belum dapat terealisasi karena persoalan dana yang sampai saat ini belum mampu digelontorkan pihak universitas.
“Dari niat sampai usaha telah kami lakukan terkait pengadaan laboratorium pertanian. Untuk tempat atau lokasi saat ini sudah disediakan di kampus dua Unismuh. Namun, persoalan dana yang mencapai Rp 500 juta untuk pembangunannya menjadi kendala terealisasinya pengadaan lab tersebut,” ungkap Dekan Fakultas Pertanian Unismuh, Mustafa Abd Rahim, Selasa (5/1).
Sebelumnya, Fakultas Pertanian selalu menyewa tempat untuk melakukan praktek. “Di tahun sebelumnya kami selalu menyewa tempat,” pungkasnya.
Terpisah, salah seorang mahasiswa Unismuh, Dedi mengatakan, realisasi pengadaan lab Pertanian tersebut harus segera dilakukan. Sebab, fakultas akan terus mengeluarkan dana besar hanya untuk menyewa gedung untuk praktek mahasiswa pertanian. “Seharusnya fakultas secepatnya mengusahakan pembangunan lab tersebut agar kedepannya pihak fakultas tidak lagi menyewa gedung,” jelasnya. (tr-35)

About uman