Home » Berita Utama » Benyamin Bilang Bali Mang Keliru
Benyamin Bilang Bali Mang Keliru
Rapat dengar pendapat DPRD kabupaten Banggai dan PDAM Luwuk membahas usulan penyertaan modal, belum lama ini.

Benyamin Bilang Bali Mang Keliru

LUWUK-Pernyataan Ketua DPRD Banggai, Samsul Bahri Mang soal penyertaan modal pemerintah untuk menyehatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menunggu direktur definitif dinilai keliru. Plt Direktur PDAM, Benyamin Pongdatu tidak sepakat dengan apa yang dilontarkan orang nomor satu di parlemen Lalong itu. Ia bahkan menyebut keterpurukan PDAM saat ini karena kesalahan Pemerintah Daerah dalam hal ini pihak eksekutif dan legislatif yang terlambat turun tangan untuk membantu. “Keliru itu. Tidak ada aturan yang mengatakan bahwa karena PDAM dipimpin pelaksana tugas tidak bisa dibantu. Sekarang ini yang dibutuhkan itu komitmen Pemda untuk membantu,” tegasnya, Selasa (5/1).
Benyamin mengatakan apa yang dilontarkan Ketua DPRD bukan alasan yang tepat. Sebab, yang perlu diketahui saat ini PDAM sudah berada diambang kebangkrutan. Sehingga, kata dia, bantuan penyertaan modal sangat dibutuhkan.  Kabag Ortal Setda Banggai itu mencontohkan di beberapa wilayah seperti kabupaten Pare-pare direktur PDAM juga dipimpin plt.
Namun, selama 3,5 tahun tetap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk penyertaan modal. Selain itu, instruksi dari pemerintah pusat juga sudah sangat jelas, dimana pemerintah daerah harus membantu PDAM. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan masyarakat. “Saat ini untuk bayar gaji karyawan bulan Desember 2015 pun belum bisa dilakukan. Jadi ini tinggal menunggu komitmen pemerintah mau membantu atau tidak,” tandasnya.
Benyamin menegaskan jika pemerintah menunda bantuan itu dengan alasan direktur yang ada masih pelaksana tugas. Maka kapan saja dirinya siap diganti, terpenting bantuan untuk menyehatkan PDAM itu segera dikucurkan. “Jadi tolong sampaikan yang mau dibantu itu bukan perorangannya Benyamin, tapi institusinya. Kalau hanya karena alasan plt-nya. Maka diganti hari ini pun saya siap,” tandasnya.
Namun, melihat alasan yang dikemukakan, Benyamin menilai pemerintah kurang serius menanggapi persoalan yang membelit PDAM. Alasan yang dikatakan terkait pemimpin yang masih berstatus plt diragukan. “Kalau memang mau bantu kan bisa dianggarkan memang. Sebab, bantuan itu untuk satu tahun. Bisa saja, dalam satu atau dua bulan kedepan saya diganti. Terpenting anggarannya itu sudah ada, jadi saat dipimpin direktur definitif sudah bisa ditandatangani MoU-nya” pungkasnya.
Ia juga menambahkan mengenai perda penyertaan modal juga sudah diajukan ke DPRD. Bahkan, naskah akademiknya sudah disampaikan ke DPRD beberapa waktu lalu. Sehingga, bantuan itu seharusnya sudah dibahas dan diberikan porsinya untuk PDAM. “Jadi perlu diketahui juga, plt itu tidak kebal hukum. Sama saja. Kalau ada pelanggaran juga bisa dijerat dengan hukum, karena kita ditunjuk itu ada dasar hukumnya juga. Bukan tanpa alasan,” kata saat dihubungi tengah berada di kota Toraja.
Ia menambahkan sudah banyak orang yang memprotes dan mengancam bakal mendemo PDAM karena air bersih yang kerap macet. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, sebab kondisinya memang sudah seperti itu. “Saat pelanggan mengancam demo, saya cuma bilang silahkan demo. Tapi kami bisa apa dengan kondisi sekarang. Gaji pegawai tidak terbayarkan, debit air berkurang dan bantuan penyertaan modal yang diharapkan belum disetujui,” keluhnya.
Menurutnya, siapapun yang menjadi direktur PDAM saat ini tidak akan merubah kondisi air yang memang tengah berkurang. Untuk itu bantuan penyertaan modal itu sangat diperlukan. Sebagai bentuk keprihatinannya, Benyamin siap diberhentikan sebagai plt jika memang alasannya karena bantuan baru bisa dikucurkan setelah adanya direktur definitif.(van)

About uman