Home » Banggai Laut » Pencairan Dana Sejumlah Instansi Ditolak
Pencairan Dana Sejumlah Instansi Ditolak
Idhamsyah, M.Si

Pencairan Dana Sejumlah Instansi Ditolak

BANGGAI – Manajemen anggaran program di sejumlah SKPD sering molor dari jadwal. Hal ini pada akhirnya merepotkan instansi bersangkutan yang harus berkejaran dengan waktu saat pencairannya.
Seperti yang terlihat pada hari-hari menjelang berakhirnya tahun anggaran 2015 lalu. Banyak bendahara SKPD yang kelimpungan mengurus SP2D mereka bahkan hingga hari terakhir Desember.
Hal ini dibenarkan kepala dinas PPKA-D, Idhamsyah, M.Si yang menyatakan dengan kondisi tersebut seluruh staf di kantornya jadi ikut-ikutan repot.
“Saya sudah tekankan ke mereka agar tidak ada pencairan menyeberang tahun. Jika ada yang tidak sempat terurus apa boleh buat dananya disimpan untuk di ABT-kan nanti,” kata dia.
Dalam kenyataannya memang beberapa instansi termasuk Badan Rumah Sakit Umum Balut diakuinya tidak tercairkan keseluruhan anggarannya.
“Terpaksa kita pending. Daripada jadi masalah nanti,” tambahnya.
Masih menurut Idhamsyah, khusus kalangan kontraktor, pencairan proyeknya diberi kebijakan yang lebih longgar. Dikatakan sesuai petunjuk yang ada, penyelesaian pekerjaan di akhir tahun ini, sejumlah kontraktor diberi perpanjangan masa kerja sehingga pencairan tahap akhirnya masih bisa dilayani.    “Kami mengerti, masa kontrak mereka ada sebagian yang tergolong cukup singkat dan mepet di akhir tahun jadi ada kebijakan itu,” ujarnya.
Terpisah, pimpinan Bank Sulteng Cabang Banggai Laut, Moh. Charly Buchary mengatakan telah memberikan pelayanan maksimal untuk pengurusan pencairan dana-dana Pemda. Bahkan di hari-hari terakhir Bank Daerah tersebut membuka kas pelayanan hingga larut malam.”Bahkan sampai menjelang subuh,” tukasnya.
Sebagai mitra pemda, Charly menyatakan siap memberi pelayanan terbaik sesuai kewenangan yang dimilikinya.
“Apalagi saat ini kami sudah resmi berstatus sebagai Kantor Cabang sendiri. Tidak lagi bergantung pada manajemen BPD Sulteng Bangkep,” tutupnya.  (Sbt)

About uman