Home » Luwuk Utara-Timur » Kondisi Wisata Salodik Memprihatinkan
Kondisi Wisata Salodik Memprihatinkan
Kondisi wisata permandian Salodik sangat memprihatinkan. Nampak, kondisi jemabatan yang hampir roboh.

Kondisi Wisata Salodik Memprihatinkan

LUWUK UTARA-Wisata permandian Salodik Kecamatan Luwuk Utara yang menjadi dambaan masyarakat Kabupaten Banggai kondisinya kini memprihatinkan. Pasalnya, sarana dan prasarana yang memperindah wisata tersebut rusak parah.
Pantauan Luwuk Post, Minggu (3/1) terlihat 4 unit jembatan penghubung, MCK, penginapan, serta tempat beristirahat pengunjung tak terurus. Bahkan, sarana dan prasarana tersebut tidak bisa digunakan. Selain itu, kotoran plastik bekas pengunjung berserakan di setiap sudut wisata itu.
Alex, seorang penjaga lokasi wisata itu menyatakan, tidak ada perhatian dari pemerintah daerah (Pemda) dalam hal ini Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) untuk melakukan perbaikan.
“Lihat saja atap penginapan dan tempat istirahat sudah bocor, jembatan sudah rusak. Bahkan, hanya 1 jembatan yang bisa digunakan, dari 4 unit yang dibangun,” ujarnya.
Ia menyatakan, sarana dan praarana ini dibangun pada 2014 yang lalu. Yang menelan anggaran sekira R 400 juta. “Belum cukup satu tahun saja sudah rusak,” ungkap pria pensiunan PNS tersebut.
Sementara itu, seorang pengunjung asal Toili, Muhammad Yusuf sangat menyayangkan kondisi wisata Salodik. Ia menyarankan, jika Pemda tidak mampu mengelolanya, maka diserahkan saja langsung kepada pihak ketiga.
“Kita lihat di wilayah Pulau Jawa. Hampir seluruh wisata dikelola oleh pihak ketiga. Dan pasti akan dirawat. Lagipula, income juga akan masuk ke daerah,” tandasnya.
Namun, kata dia, bila Pemda tidak ingin melepaskan aset kesayangannya itu, bisa juga dikelola oleh pemerintah desa setempat.  Apalagi, dana desa untuk tahun ini naik hingga 50 persen. “Saya yakin, jika Pemda serahkan untuk desa, pasti akan dikelola dengan maksimal,” tegas pria berjenggot itu. (awi)

About uman